Minggu, 25 September 22
Beranda Budaya Dari Kuliner menjadi Indonesia

Dari Kuliner menjadi Indonesia

0

Demam kuliner menghampiri Indonesia beberapa tahun terakhir ini.

Salah satu faktornya juga karena banyak acara TV luar yang datang dengan program yang menarik mengenai dunia masa memasak dan kuliner.

Para Chef pun menjadi ikon selebriti sendiri. Acara acara master chef diikuti oleh banyak pemirsa manca negara. Beberapa nama yang kemudian mencuat dari Anthony Bourdain’s sampai Jamie Olivier sudah tidak asing lagi di telinga anak anak gaul.

Adalah James Oseland seorang mahasiswa seni dari San Francisco yang kemudian bertemu mahasiswa Indonesia lainnya Tanya Alwi yang juga sedang belajar di kampus yang sama.

Keluarga Tanya Alwi berasa dari Banda Naira, dan pada satu liburan Summer dengan bekal dari uang dari ayahnya Jim panggilan dari James Oseland memutuskan untuk ikut ke Indonesia.

Pada saat itu tahun 80-an. Petualangan dan perkenalan dengan kuliner indonesia pun di mulai di sini. Des Alwi almarhum dan keluarga Alwi menjadi pintu bagi Jim mengenal lebih jauh negeri rempah Indonesia.

Kisah mengenai kari dan buah pala menambah imajinasi Jim mengenal ragam kuliner dan juga kepulauan nun jauh di Banda Naira. Apa saja yang menjadi ciri khas Banda atau negeri rempah pala ini. Mari kita lihat.

Diantaranya Jim mencicip teh Halia, yang campurannya terdiri dari jahe , cengkeh, kayu manis dan gula merah. Selain itu ada ikan bumbu rujak khas Banda. Ikan yang dibaluri dengan kecap manis dan asam jawa ditambah bunga pala. Juga sate tuna, serta nasi kuning yang dimasak dengan kenari.

Bertahun kemudian seluruh perjalanan Jim ke wilayah Asia Tenggar termasuk Banda naira menyatu dalam sebuah buku berjudul Cradle Of Flavour sebuah coffea table book yang akhirnya diterbitkan penerbit terkenal WW Norton. Buku ini menyabet salah satu buku terbaik versi Time Asia, New Yorkk Times, dan Good Morning America.

Setelah itu Jim berkarir sebagai editor di satu majalah khusus kuliner Saveur. Setelah beberapa tahun di majalah itu Jim menjadi editor di berbagai terbitan termasuk yang bergengsi adalah buku terbitan lonely planet mengenai kuliner berjudul A Fork in the Road.
Tak kurang dari media seperti New York Times turut memberikan review atas buku ini

Dalam beberapa kali perjalanan saya bersama Jim menemani dia melakukan reportase terlihat kecintaannya terhadap masyarakat Indonesia. Jim selalu mencari kehangatan masakan bukan dari restoran mewah di Indonesia tapi dari blusukan di warung-warung Bakso, Warung Padang, yang dapurnya panas dan dipenuhi kuali kuali besar.

Tahun ini Jim akan datang lagi berkunjung ke Indonesia, dan semoga pemerintah kita menaruh perhatian lebih mendalam bahwa dari Kuliner jadilah Indonesia. Dari berbagai Bangsa yang menyumbang menuliskannya.