Kamis, 1 Desember 22

Kuliner Crispy Rumput Laut di Nunukan, Modal Awal 300 Ribu Sekarang Beromset Puluhan Juta

Jika kita berjalan-jalan di Kota Nunukan, hampir disetiap mini market hingga warung makan, akan kita jumpai cemilan yang sekarang menjadi salah satu kuliner khas Kabupaten Nunukan bahkan mungkin hanya ada satu-satunya di Indonesia yakni Crispy dari Rumput Laut.

Cemilan favorit sebagian besar masyarakat Nunukan tersebut tak lepas dari keuletan dan kegigihan pembuatnya. Hardi, penggagas dan penemu cemilan  Crispy Rumput Laut tersebut kepada indeksberita.com menuturkan suka dukanya dalam perjalanan usahanya yang hanya bermodal Rp.300.000 namun kini beromset hampir 35 juta -bulan tersebut.

Hardi menuturkan bahwa pada mulanya menekuni usaha kuliner tersebut disamping kepedulianya untuk mengangkat perekonomian masyarakat Perbatasan yang sedang lesu ditengan badai devisit,juga karena tertangtang oleh program Presiden Joko Widodo yakni Ekonomi Kreatif yang berbasis Kerakyatan.Produksi Crispy Rumput Laut yang sudah dikemas dan siap edar (Foto Edy Santri-indeksberita)Crispy Rumput Laut yang sudah dikemas dan siap edar (Foto Edy Santri-indeksberita)

“Saya ingin membuktikan bahwa dengan modal minimal tapi disertai tekat untuk maju dan disertai niat ibadah, pasti hasil yang kita peroleh akan maksimal. Saya juga ingin membuktikan bahwa masyarakat di Perbatasan ini tak selamanya terbatas dalam karya dan fikiran” ujar mantan Aktivis Sosial tersebut, Sabtu (13/5/2017).

Namun Kuliner yang menjadi ciri Khas Kabupaten Nunukan tersebut saat ini masih mengalami kendala untuk menjadi sebuah Kuliner Khas Indonesia akibat terbentur mahalnya ongkos ekspor. Untuk itu hardi berharap agar Pemerintah Pusat dapat memberikan  solusi terkait hal tersebut demi untuk memperkuat perekonomian yang mandiri sesuai dengan cita-cita Presiden Jokowi.

“Kendala utama saat ini adalah tingginya ongkos kirim apalagi untuk ekspor ke negara lain. Saya berharap Pemerintah dapat memberikan solusi dan bukan hanya untuk saya saja  tetapi untuk semua pengusaha UMKM di Nunukan ini,” tuturnya.

Hardi menunjukan Proses Pembuatan Crispy Rumput LautHardi menunjukan Proses Pembuatan Crispy Rumput Laut

Hardi melanjtkan bahwa UMKM adalah sebuah usaha penyangga dari perekonomian nasional karena menurutnya UMKM adalah sebuah usaha yang tak mempan diterpa krisis ekonomi. Disamping itu,Hardi menuturkan bahwa realisasi dari salah satu pilar TRISAKTI yakni Mandiri dalam Ekonomi adalah keterlibatan usaha dari masyarakat kecil yang berdaya saing.

Disamping untuk mengedukasi pada masyarakat agar tak perlu takut dalam karya dan usaha positif , Hardi menuturkan usahanya tersebut juga sebagai solusi dari rendahnya harga beli Rumput Laut saat ini. Hardi menegaskan bahwa dari harga rumput laut kering saat ini yang berkisar Rp.7.000 – 8.000 pihaknya sanggup membeli dengan harga Rp.15.000- 20.000.

“Tentu saling berkaitan, apabila UMKM maju, tentu produsen dari bahan baku terutama para Petani Rumput Laut juga akan merasakan imbasnya,” pungkas Ayah dari I Gusti Arinda Putri salah satu Atlet kebanggaan Kaltara dalam bidang Menembak tersebut.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait