Kamis, 7 Juli 22

Kronologi OTT KPK Terhadap Bupati Subang, Pelaku Gunakan Kata “itunya” Sebagai Kode

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Subang Imas Aryumningsih sebagai tersangka setelah yang bersangkutan tertangkap dalam Operasi Tangkap Tangan KPK pada hari Selasa (13/2/2018) di Subang Jawa Barat.  OTT KPK Terhadap Bupati Subang terkait dugaan kasus suap dalam pengurusan perizinan di lingkungan Pemkab Subang.

Bersama Imas, ditetapkan pula oleh KPK tiga tersangka lainnya, yakni Kabid Perizinan DPM PTSP Pemkab Subang, Asep Santika (ASP), pihak swasta Data (D) dan pengusaha bernama Miftahhudin (MTH). Hal tersebut terungkap saat KPK menggelar konferensi Pers di Gedung KPK pada hari Rabu (14/2/2018). Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam kesempatan tersebut juga menyatakan, sebelumnya ada delapan orang yang ditangkap, termasuk Imas. Namun setelah dilakukan pemeriksaan dan gelar perkara, KPK hanya menetapkan Imas dan tiga orang lainnya sebagai tersangka.

Basaria menjelaskan, pada Selasa (13/2/2018) sekitar pukul 18.30 WIB, tim KPK bergerak ke rest area Cileunyi, Bandung dan mengamankan Data. Dari tangan Data, tim KPK mengamankan uang senilai Rp 62.278.000. Tim KPK lainnya kemudian menangkap Miftahhudin di Subang sekitar pukul 19.00 WIB.

“Tim lainnya bergerak ke rumah dinas Bupati Subang dan mengamankan IA sekitar pukul 20.00 WIB bersama dua orang ajudan dan seorang sopir,” imbuhnya.

Kemudian pada Rabu (14/2/2018), lanjut Basaria, Tim mengamankan Asep. Dari tangan Asep, Tim KPK menemukan uang Rp 225.050.000.

Dari tangan Asep Santika diamankan uang senilai Rp 225.050.000 dan dari tangan S diamankan uang senilai Rp 50 juta. Total dari peristiwa tangkap tangan ini, tim mengamankan barang bukti berupa uang sebesar Rp 337.328.000 beserta dokumen bukti penyerahan uang,” ungkap Basaria.

Usai menangkap kedelapan orang tersebut guna menjalani penyidikan,ungkap Basaria, tim KPK menyegel beberapa lokasi terkait dengan kasus dugaan suap Imas. Adapun lokasi-tempat yang disegel di antaranya ruang kerja di rumah dinas Bupati Subang, rumah dan kendaraan milik Data, ruang kerja Asep, dan ruang kerja di kantor Miftahhudin.

Basaria menuturkan bahwa Imas bersama-sama beberapa pihak diduga menerima hadiah dari swasta atau pengusaha terkait pengurusan perizinan di lingkungan Pemkab Subang yang diajukan dua perusahaan, yaitu PT ASP dan PT PBM senilai Rp 1,4 miliar.

Menurut Basaria, Komitmen fee antara Imas dengan perantara suap sebesar Rp1,5 miliar. Sementara komitmen fee antara perantara suap Imas dengan pengusaha sebesar Rp4,5 miliar. Namun, saat operasi tangkap tangan, tim TIM KPK hanya menyita Rp337,3 juta.

Basaria juga mengungkapkan bahwa dalam komunikasi pihak-pihak terkait dalam kasus itu, digunakan kode ‘itunya’ yang menunjuk pada uang yang akan diserahkan.

“Delapan orang yang diamankan tersebut kemudian langsung dibawa ke gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan awal 1X24 jam pasca tertangkap tangan” pungkasnya.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait