Kamis, 6 Oktober 22

Arteria Dahlan: Ahok Seperti Pendekar Mabuk

“Jadinya seperti pendekar mabuk, ‘seradak-seruduk’ tanpa etika. Dulu kan menyatakan melalui jalur independen, dengan hingar bingar depolitisasi dan antiparpol, mengumpulkan KTP, kemudian justru datang ke partai minta didukung, bagaimana pertanggungjawabannya,”

Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Arteria Dahlan mengatakan, bahwa partainya menjunjung tinggi etika dan moral dibandingkan kekuasaan. Hal ini dikatakan Arteria, untuk mengingatkan calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama Alias Ahok.

Menurut politisi PDI Perjuangan itu, Ahok tidak cukup hanya bermodalkan berbicara dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri saja untuk meraih dukungan dari partainya PDI Perjuangan pada Pilkada DKI Jakarta 2017 mendatang.

“PDI Perjuangan tidak bisa diputarbalikkan. Dia ke partai ‘main atas’, seolah-olah cukup dengan ketua umum dan persoalan selesai. Ini PDI Perjuangan bung, dimana etika dan moral lebih utama dibandingkan kekuasaan semata,” tegas Arteria di Jakarta, Senin (22/8).

Tak hanya itu, Arteria pun menekankan bahwa PDI Perjuangan teguh dalam garis perjuangan dengan pendekatan tidak berbasis pragmatisme. Menurutnya, PDI Perjuangan lebih memilih cara berkuasa yang bermartabat dan tidak didikte sekalipun berujung pada konsekuensi ditinggalkan kekuasaan.

“Kami yakin kekuasaan rakyat adalah yang abadi,” tegas Arteria.

Selain itu, Arteria mengatakan, partainya tidak ingin konstruksi calon gubernur dan calon wakil gubernur dibentuk atas dasar pragmatisme, di mana karena alasan membutuhkan suara PDIP lantas Ahok bisa dengan mudahnya meminta Djarot kembali berpasangan dengannya.

“Jadinya seperti pendekar mabuk, ‘seradak-seruduk’ tanpa etika. Dulu kan menyatakan melalui jalur independen, dengan hingar bingar depolitisasi dan antiparpol, mengumpulkan KTP, kemudian justru datang ke partai minta didukung, bagaimana pertanggungjawabannya,” kata Arteria.

Dia mengatakan PDI Perjuangan adalah partai yang tidak gentar dengan iming-iming kekuasaan. Arteria secara pribadi menilai langkah Ahok menemui Megawati untuk meminta Djarot kembali menjadi wakilnya adalah wujud pelecehan terhadap PDI Perjuangan.

Sebelumnya Ahok bertandang ke rumah Megawati Soekarnoputri untuk meminta izin agar kembali berpasangan dengan Ketua DPP PDI Perjuangan, Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan Djarot Saiful Hidayat dalam Pilkada DKI 2017 mendatang.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait