Senin, 11 Desember 23

KPK Sita Uang Senilai Rp 600 Juta Lebih Di Laci Meja Kerja Menteri Agama

KPK menyita uang di laci meja kerja Menteri Agama RI Lukman Hakim Syaifuddin, Senin 18 Maret 2019 kemarin. Dari penyitaan itu, lembaga anti rasuah tersebut membeberkan bahwa nominal uang yang diamankan sejumlah Rp 180 juta.

“Kemarin sudah dilakukan penyitaan terhadap uang yang ditemukan di laci meja ruang kerja Menteri Agama. Uang tersebut akan diklarifikasi juga jumlahnya dalamrupiah sekitar Rp 180 jutaan dan dalam US Dolar ada sekitar 30 ribu USD,” tutur Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK,Jakarta Selatan, Selasa (19/3/2019).

Jika dikurskan dengan nilai rupiah hari ini (1 USD = 14.230.-) maka nilai 30 ribu dolar AS sekira Rp426.900.000 ditambah Rp 180 juta sehingga total uang yang disita dari ruang Menteri Agama senilai kurang lebih Rp 606.900.000.

Penggeledahan itu dilakukan dalam rangka penyidikan kasus suap pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Agama RI Tahun 2018-2019. Sebagaimana diketahui, Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy adalah salah satu tersangka dalam kasus suap tersebut.

Febri menambahkan, tim KPK tengah mempelajari temuan uang tersebut, apakah ada kaitannya dengan kasus jual beli jabatan di Kemenag yang menjerat Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy (Rommy).

KPK juga mengimbau pihak-pihak terkait untuk kooperatif dalam penanganan perkara ini. Febri mengingatkan bahwa kasus ini harus diletakkan sebagai sebuah proses hukum sesuai aturan yang berlaku. Febri pun menegaskan agar tidak ada pihak-pihak yang mencoba mempengaruhi saksi.

“Jangan sampai ada upaya pihak-pihak tertentu untuk mengumpulkan, atau menghubungi, atau mencoba mempengaruhi saksi-saksi yang mengetahui dalam perkara ini,” tandasnya.

Terkait ditemukanya sejumlah uang di laci meja kerja Menteri Agama tersebut, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mempunyai penilaian berbeda. JK menganggap adalah hal yang wajar sebagian pejabat menyimpan uangnya di kantor. JK juga tidak menampik kerap menyimpan uang di kantornya.

Ya kan, dan itu juga menteri ada dana operasionalnya. Dan itu cash dana operasionalnya,” ujar Wapres JK di Kantornya, Jalan Merdeka Utara, Selasa (19/3/2019).

Namun begitu, JK sangat menyayangkan adanya praktik Korupsi di Kementerian Agama. Bahkan menurut JK sudah 3 kali yakni Saat mantan Menteri Agama 2001 Said Agil Husin Al Munawar, mantan Menteri Agama Surya Darma Ali, hingga kejadian yang melibatkan Ketua Umum PPP Romahurmuziy. JK pun berharap Lukman Hakim Syaifuddin tak terlibat dalam perkara yang menjerat Romi itu.

“Kita harapkan, Bapak Menteri Agama, Saudara Menteri Agama tidak terlibat langsung. Kita serahkan ke KPK atau aparat hukum untuk menyelidiki kasus ini,” katanya.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait