Kamis, 7 Juli 22

KPK Akan Pelajari Pernyataan Mirwan Tentang SBY Dalam Proyek e-KTP

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mempelajari penyataan mantan Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Mirwan Amir terkait kesaksianya, yang menyebutkan SBY dalam proyek e KTP. Dalam kesaksianya untuk Setya Novanto yang digelar Kamis (25/1/2018) Mirwan menyatakan, pernah menyarankan kepada Presiden RI ke enam SBY (Susilo Bambang Yudhoyono), agar proyek pengadaan e-KTP di Kementerian Dalam Negeri tidak dilanjutkan.

Mirwan juga mengaku menyampaikan saran itu langsung kepada SBY di Cikeas, ketika proyek e-KTP tersebut masih dalam tahap persiapan. Saran untuk SBY tersebut lanjut Mirwan, ia sampaikan setelah sebelumya ia mendapat masukan dari rekannya Yusnan Solihin, bahwa proyek e-KTP bermasalah.

“Saya sudah ‎sampaikan itu, tapi kan saya tidak punya kekuatan untuk menyetop e-KTP. Paling tidak sudah saya sampaikan,” ujar Mirwan dalam kesaksianya.

Namun setelah mendengar sarannya, lanjut Mirwan, SBY menginginkan proyek yang ditaksir merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun itu tetap diteruskan. Menurut Mirwan, SBY ingin proyek itu tetap dilanjutkan, karena proyek pengadaan e-KTP ini dibuat untuk menghadapi Pilkada.

Terkait pernyataan Mirwan tersebut KPK memandang perlu untuk mempelajari kesaksianya. Namun KPK tidak akan buru-buru memanggil Ketua Umum Partai Demokrat tersebut lantaran kesaksian Mirwan juga baru diucapkan pada sidang hari Kamis 25 Desember 2018.

“Jika muncul fakta persidangan, tentu saja JPU yang akan melihat setiap rinci proses persidangan. Namun sampai saat ini belum ada rencana seperti itu (meminta keterangan SBY) karena ini kan muncul di fakta persidangan tadi ya,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Kamis (25/1/2018) malam.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait