Senin, 27 Juni 22

Kopassus Akan Disiagakan Untuk Pengamanan KBRI di Kabul dari Teror ISIS

Untuk mengantisipasi gangguan keamanan terhadap Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kabul-Afganistan, Pemerintah RI akan menambah jumlah personil Korps Diplomatik. Pemerintah akan mengerahkan sejumlah anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI untuk pengamanan KBRI di Kabul dari teros ISIS.

Hal tersebut diutarakan Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto dan Menteri Luar Megeri,Retno Marsudi pada awak media usai keduanya bertemu di Gedung Pancasila Jakarta, Rabu (20/12/2017).

Hadi mengungkapkan langkah ini dilakukan sebagai respons atas situasi dan kondisi keamanan yang semakin tidak kondusif menyusul serangkaian serangan kelompok Taliban dan ISIS terhadap kompleks diplomatik sepanjang tahun ini.

“Karena itu, mulai tahun depan, untuk mengantisipasi perkembangan situasi keamanan di Afghanistan pascaserangan area kompleks diplomatik sepanjang 2017, diperlukan ada tindakan penanganan segera, pengamanan tambahan perwakilan RI di wilayah rawan dan/atau berbahaya konflik,” tutur Hadi.

Hadi memaparkan bahwa penempatan sejumlah anggota Kopassus tersebut dilakukan berdasarkan nota kesepahaman (MoU) mengenai Tim Pengamanan TNI pada Perwakilan RI Rawan Dan/Atau Berbahaya Tertentu antara Kemlu RI dan TNI yang ditandatangani oleh Panglima TNI dan Menteri Luar Negeri hari ini.

” Pengamanan korps diplomatik RI di negara asing, terutama wilayah rawan konflik, merupakan salah satu bentuk menjaga kedaulatan negara dan kepentingan nasional Indonesia,” papar Panglima.

Namun terkait penempatan anggota Kopassus di Kabul tersebut,baik Panglima TNI maupun Menlu Retno Marsudi belum mengungkap secara gamblang perihal teknis,tugas maupun jumlah personil yang akan dikirim.

Menurut Menlu Retno, nota kesepahaman (MoU) antara Kemenlu dengan TNI disepakati untuk melindungi staf perwakilan RI di luar negeri yang tak jarang ditempatkan di wilayah rawan dan/atau bahaya konflik.

“Meski negara tuan rumah memiliki kewajiban melindungi dan telah memberi fasilitas pengamanan bagi setiap misi diplomatik asing,tetap diperlukan pengamanan tambahan untuk mengantisipasi ancaman terhadap staf diplomatik Indonesia,” ujar Retno.

Selain menempatkan anggota Kopassus di Kabul,ungkap Retno, pihaknya bersama TNI telah meninjau beberapa beberapa Kantor perwakilan Republik Indonesia di wilayah rawan konflik lainya sehingga diketahui di negara mana saja nanti akan ada penambahan personil keamanan.

“Kerja sama ini sebenarnya sudah dibicarakan cukup lama, tapi baru kita intensifkan pada 2016, dan tahun ini baru bisa disepakati. Semoga, MoU ini bisa jadi pedoman dan payung kerja sama mengenai hal terkait ke depannya, seperti pengiriman personel ke negara lainnya,” pungkas Retno.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait