Kamis, 1 Desember 22

Konsulat RI Tawau : 300 Ribu TKI Ilegal di Sabah Malaysia Perlu Perhatian Khusus

Permasalahan Warga Negara Indonesia yang tanpa dokumen mengais rezeki di negara lain, tampaknya tak kunjung usai. Diperkirakan hingga saat ini masih ada sekitar 300 ribu TKI ilegal masih berada di Sabah-Malaysia. Dan hal tersebut harus menjadi prioritas atau perhatian khusus Pemerintah Indonesia. Demikian disampaikan Konsulat RI Tawau – Sabah, Krisna Djaelani, Kamis (27/4/2017).

Krisna menuturkan bahwa banyaknya jumlah TKI illegal  yang berada di Sabah saat ini memang multi problem. Mulai dari perekrutan hingga ketika TKI sudah berada di Sabah itu sendiri. Selain TKI illegal yang membawa serta keluarganya, yang tak kalah penting dan harus menjadi perhatian serius adalah upaya sejumlah individu yang memanfaatkan TKI illegal sebagai sumber penghasilan.

“Kejahatan seperti ini mayoritas justru terjadi di hulu atau di Indonesia, perekrut TKI illegal melancarkan rayuan, iming iming gaji tinggi yang menjadi daya tarik sangat kuat bagi para CTKI yang notabene berpendidikan rendah,” tutur Krisna.

Padahal menurut Krisna,pihaknya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mengatasi permasalahan TKI illegal di Sabah tersebut dan salah satunya dengan menerapkan program re-hiring.

‘’Kita terapkan program re-hiring, itu pengampunan untuk TKI agar segera melengkapi dokumen mereka, TKI illegal yang melapor ke kita itu 150.000 orang, kita perkirakan masih 300.000 yang tak melaporkan diri,’’ ungkapnya.

Terkait program re-hiring tersebut Krina melanjutkan bahwa sasarannya terutama kepada permasalahan anak anak TKI, Upaya ini juga merupakan langkah legalisasi bagi TKI yang pasportnya kadaluarsa, Konsulat akan melakukan klarifikasi terhadap kewarga negaraan TKI, mengecek keabsahan passport, meminta keterangan saksi sesama TKI dan meminta rekomendasi perusahaan tempatnya bekerja.

‘’Tapi didalam mengeluarkan rekomendasi kan ada syaratnya, kalau semua terpenuhi kita langsung keluarkan dan mereka bisa melanjutkan kerja sebagai TKI resmi,’’jelasnya.

Namun Krisna juga menyayangkan masih banyaknya TKI justru memilih untuk menjadi illegal karena alasan tak betah bekerja di tempat lama dan ini akan menjadi permasalahan baru yang harus ditangani.

“Ketika TKI memutuskan pindah perusahaan secara otomatis ia akan menjadi illegal karena sudah tak sesuai dengan perjanjian kerja yang tertera dalam dokumen mereka, ketika sudah seperti ini perusahaan Malaysia biasanya akan membayar mereka di bawah standar dan lagi lagi ini menjadi PR bagi Konsulat,” pungkas Krisna.

Permasalahan yang tak kalah pelik sampai saat ini dan belum ada solusi adalah anak-anak TKI illegal yang dideportasi ke Indonesia, Karena ketika Kerajaan Malaysia mendeportasi anak-anak TKI kelahiran Malaysia yang tak memiliki akte lahir/sijil, otomatis mereka akan kembali ke Malaysia secara illegal, karena kedua orang tua mereka masih di Malaysia.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait