Minggu, 25 September 22

Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta Khawatir Kebijakan Penghentian Reklamasi Pulau G Diubah

Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta mengkhawatirkan penggantian Menko Maritim Dr Rizal Ramli ke Jend (purn) Luhut Binsar Panjaitan akan mengubah kebijakan yang sebelumnya terkait penghentian reklamasi pulau G.

“Koalisi mengapresiasi kinerja dan kebijakan Dr Rizal Ramli yang berani melakukan penghentian reklamasi pulau G dan meninjau ulang keberadaan pulau-pulau reklamasi yang ada,” ujar Tigor Hutapea salah satu perwakilan Koalisi saat Konfrensi Pers di Jakarta, Jumat(29/7).

Selanjutnya, sambung Tigor, Koalisi menilai perombakan kabinet (Reshuffle) jilid II pada hari Rabu 27 Juli 2016 ini dapat membawa persoalan besar terhadap kebijakan penghentian reklamasi yang telah diputuskan sebelumnya.

Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta yang melakukan advokasi penolakan reklamasi teluk Jakarta dalam menyampaikan sikapnya, Menantang Menko Maritim yang baru, Luhut Binsar Panjaitan untuk berani bersikap dan mengambil kebijakan menolak reklamasi Teluk Jakarta.

“Melanjutkan penghentian pulau G dan menghentikan reklamasi pulau-pulau lainnya. Caranya mengusulkan kepada Presiden Jokowi mengeluarkan Perpres penghentian reklamasi Teluk Jakarta,” ujar Tigor.

Selain itu, Koalisi juga menantang Menko Maritim yang baru untuk berpihak kepada keberlangsungan dan perlindungan lingkungan Teluk Jakarta, berpihak kepada kepada kehidupan nelayan Teluk Jakarta dan tidak berpihak kepada pengusaha dan pengembang reklamasi.

“Hal ini sesuai dengan intruksi Presiden Jokowi agar reklamasi tidak merusak lingkungan, melindungi nelayan dan tidak diatur oleh pengembang,” tegas Tigor.

Kendati demikian, selain meminta Menko maritim untuk mendukung penuh pemberantasan Grand Corruption reklamasi, Koalisi yakin Menko Maritim akan bersikap kesatria yang berpihak kepada rakyat dan berjiwa nasionalis dalam penyelesaian permasalahan reklamasi Teluk Jakarta.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait