Sabtu, 2 Juli 22

KKHI: Ada 25 Jemaah Haji yang Dirawat karena Malas Minum dan Makan

Sampai dengan tanggal 1 Agustus 2018 klinik kesehatan haji Indonesia (KKHI) di Makkah merawat 25 jemaah. Mayoritas jemaah haji yang dirawat tersebut karena sesak napas, dan badannya lemah karena kurang minum dan malas makan.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur KKHI, dr. Nirwan Satria Sp.An melalui rilis yang dikeluarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Dalam rilis tersebut, Nirwan Satria juga menjelaskan bahwa para jemaah haji yang dirawat tersebut masih ditangani oleh tim medis.

“Mayoritas yang dirawat adalah karena sesak nafas, kurang minum dan malas makan. Ketika datang ke UGD, jemaah dalam keadaan lemah dan saat ini sedang kita tangani,” jelas Direktur KKHI Makkah Nirwan Satria

Nirwan menyampaikan, jemaah haji Indonesia banyak yang berisiko tinggi. Oleh karenanya jemaah dimbau untuk menjaga kesehatannya.

“Jagalah fisiknya. Caranya, jangan malas minum, makan tepat pada waktunya, kurangi beraktivitas di luar dengan aktivitas yang tidak penting. Karena haji itu adalah wukuf di Padang Arafah maka kita siapkan fisik untuk menyambut wukuf pada saatnya nanti,” terang Nirwan.

Menurut Nirwan, suhu di Arab Saudi sangat ekstrim. Maka jemaah perlu melengkapi dirinya dengan alat pelindung diri (APD).

“Siang hari bisa 46 derajat celcius. Sehingga kita melindungi jemaah dengan membagikan alat pelindung diri. Tim promotif preventif (TPP) kita ada di garda depan untuk mengingatkan jemaah gunakan alat-alat seperti masker, payung, semprotan wajah, sehingga jemaah kita tidak kekurangan cairan,” ujarnya.

Nirwan mengingatkan, suhu panas dan kekurangan cairan dapat menyebabkan jemaah terserang heatstroke, dengan gejala adalah suhu badan tinggi, kesadaran mulai berubah, dan bicara sendiri sampai tidak sadar diri, maka teman yang paling dekat dengan jamaah untuk segera membantunya.

“Kalau ada jemaah kita yang kena heatstroke, dibantu dengan membaringkan jamaah, melonggarkan semua pakaian, dan menyiram tubuhnya dengan air sebanyak-banyaknya sehingga suhunya bisa turun. Bila kesadaran sudah kembali, maka diberi minum,” jelas Nirwan.

Nirwan juga meminta agar jemaah jangan malas minum karena takut ke toilet.

“Kelembaban di sini sangat rendah maka tanpa mereka sadari sesungguhnya kekurangan cairan. Jadi jemaah tidak perlu takut. Minumlah yang banyak karena di sini tidak susah untuk mendapatkan air,” tegasnya.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait