Jumat, 9 Desember 22

Ketua Repdem Bogor : Vila Liar Puncak Kembali Marak

BOGOR – Keberadaan vila liar di kawasan Puncak, Cisarua, Bogor disinyalir kembali menjamur. Padahal, sebelumnya pada tahun 2013, Pemkab Bogor telah membongkar sekitar 239 vila ilegal atas bantuan anggaran hibah dari DKI Jakarta yang menelan dana miliarian rupiah. Apabila vila ilegal terus dibiarkan berdiri di kawasan Puncak, maka akan terjadi bencana yang membahayakan.

“Menjamurnya vila ilegal sudah pasti kalau pemdanya tak sigap dalam melakukan monitoring,” kata Ketua Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Kabupaten Bogor, Dody Achdi Suhada saat gelar diskusi ‘Puncak Riwayatmu Kini’ di salah satu rumah makan, Cisarua, Puncak, Selasa (24/4/2016).

Dari hasil survei yang telah dilakukannya, di sejumlah lokasi banyak dijadikan tempat vila ilegal di kawasan Bogor, padahal sebelumnya pernah dilakukan pembongkaran.

“Salah satu lokasi terdapat di Kampung Naringgul, Tugu Utara, Cisarua. Di lokasi tersebut terdapat beberapa bangunan baru di tempat yang dulu pernah dilakukan pembongkaran di tahun 2013. Selain itu, ada juga di lokasi lain,” tutur Dody sebagai pembicara yang dihadiri puluhan aktivis Repdem.

Oleh karena itu, sambungnya, apabila terus dilakukan pendirian vila, maka dikhawatirkan lokasi-lokasi di Puncak tidak akan kuat menahan arus air apabila hujan tiba. Imbasnya, berpotensi terjadi longsor.

Dia menambahkan vila ilegal di kawasan Puncak sebagian besar berdiri di kawasan hutan lindung. Para pemilik vila yang bemodal kuat itu diduga berasal dari luar daerah.

“Jadi lahan di situ sebagian milik pemerintah yang dikelola oleh warga. Nah oleh warga dikhawatirkan banyak dijualbelikan pada orang yang berduit untuk membangun vila,” paparnya.

Terpisah, Kepala Dinas Satpol PP Kabupaten Bogor, TB Lutfi Syam, mengatakan segalanya yang menyalahi aturan akan ditertibkan.

”Nanti yang menyalahi aturan akan kami tertibkan semuanya,” singkat Lutfi.

Saat ini, dari data yang dimiliki Satpol PP terdapat 114 vila dan bangunan liar yang akan segera ditertibkan karena berdiri di atas tanah negara. Ratusan vila dan bangunan liar tersebut sebenarnya sudah menjadi target operasi Dinas Satpol PP Kabupaten Bogor sejak awal 2015 lalu. Namun hingga kini ratusan vila dan bangunan liar tersebut tak kunjung dieksekusi. Bahkan beberapa bangunan yang sudah pernah dirobohkan malah dibangun kembali. (eko)

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait