Kamis, 29 September 22

Ketua KPK Ungkap Modus Suap Mantan Dirut Garuda

Emirsyah Satar akhirnya menjadi tersangka suap pembelian pesawat ketika menjabat Direktur Utama PT Garuda Indonesia selama 2005-2014.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menjelaskan modus suap yang digunakan Rolls-Royce melalui Soetikno Soedarjo kepada Emirsyah Satar.

Modus yang digunakan Rolls-Royce menawarkan sesuatu kepada Emirsyah, jika membeli mesinnya untuk pesawat terbang.

“Jadi, kalau kita beli pesawat itu, rangka disediakan Airbus, mesin bisa milih. Kalau nggak salah Rolls-Royce. Nah, kemudian si pabrik mesin Rolls-Royce itu mungkin menawarkan, kalau beli mesin kami, itu ada sesuatunya. Itu yang mungkin kejadian seperti itu,” beber Agus di Jakarta, Jumat (20/01/17).

Agus mengungkapkan, pengadaan pesawat itu dilakukan ketika Emirsyah menjabat sebagai Direktur Utama PT Garuda Indonesia.

“Pengadaan itu kurun waktu ketika yang bersangkutan menjadi direktur dari 2005 sampai 2014. Pengadaannya berbeda dari tahun ke tahun, tergantung kebutuhannya,” ucap Agus.

Menurut Agus, kasus ini murni individu bukan perusahaan karena perusahaan tidak ikut menikmati uang haram itu.

“Itu juga belum punya laporan hasil penggeledahan dan penyitaan kemarin. Kemudian, kalau melihat kronologi, Pak Syarif bahwa ini memang gratifikasi tidak dinikmati oleh perusahaan, jadi dinikmati oleh individu. Oleh karena kalau kita menyatakan individu lebih tepat,” tegas Agus.

Masih menurut Agus, bahwa kasus ini terungkap berkat kerja sama KPK dengan dua lembaga lainnya yaitu, Serious Fraud Office (SFO) asal Inggris dan Corrupt Practices Investigation Bureau (CPIB) asal Singapura.

Sebagaimana diketahui, Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar jadi tersangka karena menerima uang dalam bentuk mata uang yakni 1,2 juta euro dan 180 ribu golar Amerika atau setara Rp 20 miliar dan barang senilai 2 juta dollar Amerika.

Suap tersebut sehubungan total pengadaan pesawat air bus untuk Garuda Indonesia kurun waktu 2005-2014 sebanyak 50 pesawat.

Pada kasus tersebut KPK menetapkan dua orang tersangka. Selain Emiryansyah Satar, KPK juga menetapkan Benneficiari Connaught International Pte. Ltd Sutikno Soedarjo yang diduga sebagai perantara.(*)

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait