Senin, 26 September 22

Ketua DPRD Kota Bogor : Cegah Longsor, Perlu Lakukan Antisipasi Dini

BOGOR – Hampir sebagian besar wilayah Kota Bogor berpotensi sebagai daerah rawan longsor dan banjir. Karena itu, idealnya Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor perlu fokus melakukan upaya pencegahan sejak dini. Demikian dikatakan Ketua DPRD Kota Bogor, Untung Maryono.

“Setelah Sabtu (12/3/2016) malam lalu di beberapa titik Kota Bogor dilanda bencana longsor dan banjir, hal itu harus jadi catatan pentingnya dilakukan antisipasi guna meminimalisir potensi bencana,” tukas Untung Maryono kepada indeksberita.com, Senin (14/3/2016).

Politisi PDI Perjuangan ini memberi contoh, upaya yang ditempuh dengan membuat turap, memastikan saluran air berfungsi atau hal lain yang dinilai prioritas sebagai langkah pencegahan longsor dan banjir.

“Saya kira, peta daerah rawan bencana sudah dimiliki pemkot. Nah, melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) penting disegerakan membuat rencana upaya pencegahan,” imbuhnya.

Masih kata Untung, dari enam kecamatan dan 68 kelurahaan, di Kota Bogor, sebagian besar merupakan daerah rawan longsor.

“Setahu saya, di setiap kecamatan pasti ada kelurahan yang rawan, mengingat kontur geologis karakteristik wilayah. Dan, wilayah Bogor Selatan, terdapat beberapa titik yang kemiringannya cukup curam sehingga potensi longsor sangat tinggi,” imbuhnya.

Untung juga menyampaikan, dari data yang dimilikinya, Kecamatan Bogor Selatan terdapat beberapa titik rawan longsor yang tersebar di 11 kelurahan, meliputi Kelurahan Cikaret, Empang, Bondongan, Batutulis, Pamoyanan, Cipaku, Genteng, Muarasari, Lawanggintung, Harjasari, Rancamaya, Bojongkerta, Mulyaharja dan Pakuan.

Dari 11 kelurahan tersebut selain rawan longsor juga rawan banjir, yakni Kelurahan Lawanggintung, Harjasari, Empang, Bondongan dan Cikaret.

“Pihak kecamatan hingga kelurahan terkait juga harus menyampaikan informasi area rawan bencana kepada publik. Kalau perlu gunakan spanduk yang dipasang dititik terkait sebagai peringatan dini, agar masyarakat bisa ikut berperan serta melakukan antisipasi, terutama area rawan longsor, banjir, dan pohon tumbang,“ tandasnya.

Sebagai informasi, Sabtu (12/3/2016) petang lalu, akibat hujan deras menyebabkan longsor dan banjir di sejumlah tempat. Diantaranya, longsor terjadi di Kecamatan Bogor Selatan, yakni areal parkir restoran Gumanti Batu Tulis amblas hingga menyeret sebuah mobil milik pengunjung.

Kejadian berikutnya, sebuah tembok di Kelurahan Harjasari, Kecamatan Bogor selatan roboh dan menimpa pengendara sepeda motor ayah dan anak. Satu orang tewas dengan nama Mety Mutiarahman (18) dan satu korban luka patah kaki Suparman (50).

Longsor juga terjadi di Kelurahan Lawanggintung, RT 08/ RW 04, Kecamatan Bogor Selatan, menimpa empat rumah, ada korban luka satu orang atas nama Andika usia 14 dirujuk ke RSUD Ciawi. Di tempat terpisah, pada hari yang sama, juga terjadi banjir yang merendam sejumlah rumah warga di Kelurahan Gudang, Kecamatan Bogor Tengah. Banjir juga terjadi di Kelurahan Pancasan, terdapat beberapa rumah yang terendam air luapan sungai. (eko)

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait