Rabu, 6 Juli 22

Untuk Keselamatan Penerbangan Saat Libur Akhir Tahun, Stop Jual Beli Slot Time Penerbangan

Tingginya mobilitas publik, membuat moda transportasi udara menjadi salah satu pilihan yang strategis, terutama jelang libur panjang. Sayangnya, kerap kali moda transportasi udara menabrak peraturan penerbangan sipil serta standarisasi penerbangan internasional, yang dapat mengancam keselamatan penerbangan. Salah satunya menurut Ketua Bidang Transportasi dan Energi Seknas Jokowi, Tumpak Sitorus, jual beli slot time penerbangan.

Moda transportasi udara kini bukan lagi menjadi pilihan masyarakat kelas atas, namun sudah menjadi pilihan segenap lapisan masyarakat luas. Keselamatan penerbangan harus menjadi prioritas yang harus diperhatikan. Terutama dalam waktu dekat kita akan menghadapi ‘Peak Season’ Natal dan Tahun Baru 2018.

Tumpak Sitorus, dalam keterangan tertulisnya hari ini Rabu (13/12/2017) menjelaskan, Dirjen Perhubungan Udara beserta otoritas bandara diseluruh Indonesia, harus memastikan kepada publik, bahwa segala prosedur penerbangan sipil pada masa Natal dan Tahun Baru 2018 tetap mengacu kepada peraturan. Ia menegaskan, tidak boleh ada satu keputusan yang dilanggar, karena ini menyangkut keselamatan orang banyak.

“Masih jelas dalam ingatan kita, kejadian peak season Idhul Fitri 7 Juli 2017 di Bandara Internasional Soekarno Hatta. Dimana terjadi kemandekan lalu-lintas pesawat di runaway (landasan pacu) Bandara Soekarno Hatta. Dan hal itu secara langsung berefek domino keterlambatan di seluruh bandara di Indonesia,” urai Tumpak.

Menurutnya, masalah itu dimungkinkan karena adanya jual beli ‘slot time’ penerbangan. Ada banyak penerbangan dengan jadwal siluman, yang jauh sebelumnya tidak memiliki ‘slot time’ penerbangan.

“Saya menduga hal itu terjadi karena kolusi antara Direksi Oprasional Air Nav (Air Navigation red) bersama jajaran Dirjen Perhubungan Udara – Kementrian Perhubungan, serta pihak maskapai penerbangan sipil,” urainya

Tumpak menjelaskan, dalam data laporan yang dimilikinya, seharusnya capacity runaway Bandara Internasional Soekarno-Hatta tidak lebih dari 72 pergerakan pesawat per satu jam, perhitungan itu mengacu pada Instruksi Menteri Perhubungan No 8/2016. Sedangan fakta dilapangan yang dia ketahui, pada tanggal 22 Juni 2017, menjelang Iedul Fitri capacity runaway Bandara Soetta saat itu ada 82 pergerakan pesawat per satu jam. “Hal serupa terjadi kembali pada tanggal 27 Juni (H +2), ada 83 pergerakan pesawat,” kata Tumpak lagi.

Pergerakan pesawat yang melebihi aturan, menurutnya lagi, masuk dalam kategori potential hazard, yang mengancam keselamatan penerbangan sipil. Hal inilah yang harus menjadi perhatian Kementerian BUMN, untuk mengawasi BUMN yang bergerak didalam transportasi udara, dalam menghadapi arus transportasi udara menjelang Natal dan Tahun Baru 2018.

“Kredibilitas keselamatan penerbangan sipil Indonesia sudah terlalu buruk dimata Internasional. Hal serupa pernah dirilis oleh organisasi penerbangan sipil internasional (International Civil Aviation Organization). Dugaan jual beli ‘Slot Time’ atas kolusi Direksi Operasional Air Nav dan jajaran Dirjen Hubungan Udara harus diungkap kepada publik. Karena hal ini menyangkut isu kenyamanan serta keselamatan penerbangan sipil. Disanalah Ibu Rini selaku Menteri BUMN bertugas menertibkan praktek-praktek kecurangan yang terjadi di Air Nav,” tandas Tumpak Sitorus.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait