Sabtu, 24 Februari 24

Kerjasama dengan TNI, Tiap Polda Akan Dibentuk Satgas Anti Teror

Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya sudah menginstruksikan ke setiap Polda agar membentuk Satuan Tugas (Satgas) Anti Teror. Tito menjelaskan, tugas Satgas Anti Teror adalah khusus mengawasi jaringan sel terorisme nonaktif.

Tito juga memaparkan bahwa dalam tugasnya nanti, Satgas Antiteror disetiap Polda akan bekerjasama dengan pihak Intelijen serta TNI. Hal tersebut dilakukan agar memperkuat pengawasan terhadap sel tidur terorisme yang berusaha menghidupkan fahamnya.

“Saya sudah perintahkan kepada rekan-rekan Kapolda untuk membentuk Satgas Anti Teror di wilayah hukumnya masing-masing yang akan bekerjasama dengan pihak Intelijen dan TNI,” ujar Tito di Jakarta, Selasa (5/6/2018).

Tito mengungkapkan bahwa berdasarkan pemetaan yang dilakukan jajaranya,saat ini sel jaringan teroris diduga sudah tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. Sel jaringan teroris tersebut menurut Tito terbagi dalam dua ketegori yakni sel yang aktif dan nonaktif.

“Sel yang aktif maupun nonaktif keduanya berpotensi untuk melakukan aksi teror. Sebagai contoh serangan Bom di Surabaya. Jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang menjadi dalang dari rentetan bom tersebut merupakan sel yang nonaktif,” papar Tito.

Dalam melakukan monitoring selama ini Densus 88 lebih fokus kepada sel yang aktif. Sehingga menurut nya perlu dibentuk Satgas Anti Teror di setiap Polda yang akan membantu Densus 88 dengan monitoring kepada sel terorisme nonaktif.

“Sel-Sel yang nonkatif ini telah menyebar di seluruh Indonesia. Untuk itulah Satgas Anti Teror disetiap Polda ini perlu dibentuk,” imbuhnya.

Tito juga mengungkapkan bahwa hal tersebut dilakukan sebagai antisipasi terhadap aksi-aksi teror menjelang Hari Raya Idul Fitri dan hari-hari kedepan. Karena menurut Tito, berdasarkan informasi yang diperolehnya, Ramadhan maupun hari-hari besar lainya bukan pengkhususan bagi teroris untuk beraksi.

“Dari pemgakuan beberapa tersangka bahwa bulan baik ini waktu yang tepat untuk amaliyah. Ingat, Bom Bali II, Bom Kedubes Australia, itu dilakukan saat bulan Ramadan,” pungkasnya.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait