Rabu, 6 Juli 22

Kementerian PUPR Berikan Hibah Air Minum Bagi 4,5 Juta Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Jakarta — Pemerintah terus berupaya meningkatkan jumlah masyarakat di Indonesia yang mendapatkan hibah air minum terutama bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah di perkotaan. Sejumlah tantangan dihadapi, diantaranya distribusi air minum diperkotaan melalui jaringan perpipaan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) masih belum menjangkau seluruh warga; terutama masyarakat berpenghasilan rendah.

Meskipun PDAM memiliki kapasitas produksi yang belum terpakai (idle capacity). PDAM belum memprioritaskan untuk melakukan investasi berupa pemasangan perpipaan ke hunian miskin, karena biayanya yang cukup besar. Sementara minat masyarakatnya untuk menjadi pelanggan terkendala daya beli yang rendah.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengakui untuk mencapai target 100% pelayanan air minum pada tahun 2019, perlu kerja keras bersama. Untuk itu diperlukan upaya percepatan, melalui Program Hibah Air Minum. Dengan program Hibah Air Minum juga diharapkan bisa meningkatkan layanan air minum bagi masyarakat serta mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) untuk secara konkret memberikan prakarsa dan tanggung jawab dalam penyediaan air minum.

Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Sri Hartoyo menjelaskan bagaimana mekanisme yang harus dilakukan dalam program hibah air minum tersebut. Ia menjelaskan bahwa Pemda harus merencanakan program, seperti target, daerah prioritas, sehingga pelaksanaannyam

“Mekanisme program hibah ini, Pemda merencanakan program secara mandiri dengan kapasitas yang mereka miliki, merencanakan target, daerah prioritas, sehingga pelaksanaan sesuai dengan target pembangunan,” kata Sri Hartoyo dalam acara Lokakarya Penyiapan Pelaksanaan Program Hibah Air Minum Perkotaan Tahun 2018 di Jakarta, Selasa (24/10/2017).

Lokakarya Penyiapan Pelaksanaan Program Hibah Air Minum Perkotaan Tahun 2018 pada hari Selasa (24/10/2017) (Foto Biro Kementerian PUPR)
Lokakarya Penyiapan Pelaksanaan Program Hibah Air Minum Perkotaan Tahun 2018 pada hari Selasa (24/10/2017) (Foto Biro Kementerian PUPR)

Program Hibah Air Minum akan berkontribusi pada program 100-0-100, yang merupakan target :
100% akses aman air minum,
0% kawasan kumuh, dan
100% akses sanitasi layak yang dapat dipenuhi pada tahun 2019.

Di sisi lain, program ini jiuga dapat membantu menyehatkan PDAM yang kurang sehat, dan PDAM sakit. Hal tersebut dicapai melalui pemberian proyek hibah air nersih.

Kriteria Penerima Manfaat

Untuk bisa ikut serta dalam Program Hibah Air Minum, Pemda harus memenuhi beberapa persyaratan. Pemda harus memiliki Peraturan Daerah (Perda) Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) dan kesiapan anggaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pada tahun berjalan. PDAM sebagai BUMD disyaratkan masih memiliki kapasitas produksi tidak terpakai dan daftar Masyarakat Berpenghasilan Rendah, calon penerima hibah sesuai kriteria yang ditentukan.

Pemda juga diharapkan telah memiliki unit produksi dan jaringan distribusi untuk melayani Sambungan Rumah yang diusulkan dan mampu menyelesaikan sambungan rumah paling lambat bulan September tahun berjalan. Kementerian PUPR memprioritaskan kabupaten/kota eksisting penerima hibah air minum adalah daerah dengan PDAM berkinerja baik.

Sedangkan bagi masyarakat penerima hibah, Kementerian PUPR juga menyiapkan kriteria penerima manfaat, antara lain kondisi rumah sesuai kriteria dan bersedia menjadi pelanggan PDAM serta daya listrik yang terpasang pada rumah tangga tersebut tidak lebih besar dari 1.300 VA. Dan 50 persen di antara target tersebut untuk masyarakat yang memiliki daya listrik 900 VA.

Program Hibah Air Minum yg pelaksanaannya dimulai sejak 2012 dan telah berhasil membangun 927.200 sambungan rumah hingga tahun 2017.

“Sejak program ini dimulai pada 2012, sudah terbangun 927.000 sambungan dengan dana mencapai Rp 3,3 triliun di 212 kabupaten/ kota dengan jumlah pelayanan bagi 4,5 juta jiwa masyarakat berpenghasilan rendah,” kata Sri.

Pada 2018, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya dan Kementerian Keuangan menyiapkan alokasi Rp 800 miliar untuk program hibah air minum, yang terbagi menjadi Rp 650 miliar untuk Program Hibah Air Minum Perkotaan bagi 215.000 aambungan, dan Rp 150 miliar untuk Program Hibah Air Minum Perdesaan bagi 75.000 sambungan.

Sedangkan, pada 2012 hingga 2016, Program Hibah Air minum menggunakan dana yang berasal dari hibah Australia dengan capaian 395.000 sambungan rumah. Sementara sejak 2015 dimulai dengan APBN murni sebesar Rp 500 miliar, 2016 alokasi dana sebesar Rp 600 miliar, dan pada 2017 dana yang digulirkan sebesar Rp 750 miliar.

Ke depan, Program Hibah Air Minum diharapkan menjadi program andalan yang bisa berkolaborasi dengan program lain misalnya, Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) dan juga Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas).

“Kami mendorong terjadi keterpaduan infrastruktur, apalagi Program KotaKu misalnya program yang ada di setiap daerah. Jadi kelak bukan hanya drainasenya yang membaik namun juga ada akses air minum,” pungkas Sri Hartoyo.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait