Minggu, 25 September 22

Kementerian BUMN Gelar Edukasi Pencegahan Kanker Serviks Melalui Test IVA

Upaya pencegahan kanker serviks harus selalu dilakukan, karena nenurut data GLOBOCAN (Global Burden Cancer) yang dirilis oleh WHO/ICO Information Centre on HPV & Cervical Cancer, kanker serviks salah satu penyebab kematian tertinggi bagi perempuan di Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Totok Imam Soeparmo, SPOG dari RS Hermina dan RSPAD, sekaligus anggota HOGI, dan Dewan Kehormatan Cancer Information Support Center (CISC).

Dr. Totok Imam Soeparmo, SPOG, menyampaikan data tersebut, saat menjadi pembicara dalam acara talk show dengan tema “Sayangi Dirimu dan Keluargamu” yang diselenggarakan oleh Kementerian BUMN, bekerjasama dengan Forum Humas BUMN (FHBUMN) dan Koalisi Indonesia Cegah Kanker Serviks (KICKS) pada hari Kamis (26/10/2017). Ia juga menambahkan, Indonesia menempati posisi teratas dengan kasus kanker serviks paling banyak di Asia Tenggara.

“Tahun 2012, tercatat 26 perempuan Indonesia setiap hari meninggal karena kanker serviks dan diprediksi terdapat 58 kasus baru setiap harinya. Kondisi ini menempatkan Indonesia di posisi teratas dengan kasus kanker serviks paling banyak di Asia Tenggara,” urainya dalam acara talkshow tersebut di Kantor Kementerian BUMN Jakarta.

Di acara yang dihadiri oleh humas-humas BUMN, karyawan Kementerian BUMN, serta wartawan ini, Menteri BUMN Rini M. Soemarno mengatakan, acara ini digelar dalam upaya edukasi dan sosialisasi pencegahan kanker serviks, sekaligus mendukung program pencegahan kanker serviks yang digagas oleh Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE).

Menteri BUMN di Talkshow Kanker Serviks-1

“Kegiatan ini juga bersamaan dengan bulan kanker yang merupakan bentuk kepedulian Kementerian BUMN dalam mendukung program pemerintah Peduli Kanker,” lanjutnya.

Sementara, Staf Khusus III Menteri BUMN Devy Suradji menambahkan, talkshow ini untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai kasus kanker serviks yang terus meningkat di Indonesia. Karena itu ia mengimbau masyarakat untuk segera melakukan pencegahan dini agar terhindar dari risiko terkena kanker serviks ataupun terserang virus HPV, menyebarkan informasi pencegahan HPV melalui vaksin kanker serviks dan penyakit lain yang disebabkan oleh HPV. Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif mendukung kegiatan koalisi dalam menekan angka kasus kanker serviks di Indonesia.

Ketua Umum FHBUMN (Forum Humas BUMN) Ahmad Reza menambahkan, pihaknya bersinergi dengan berbagai pihak untuk menyukseskan acara. Hal ini terbukti dengan kehadiran beberapa narasumber dari berbagai profesi, di antaranya Dr. Totok Imam Soeparmo, SPOG dokter dari RS Hermina dan RSPAD, sekaligus anggota HOGI, dan Dewan Kehormatan CISC; Putri Indonesia 2017 dan Duta KICKS Bunga Jelita; artis dan Duta KICKS Dewi Sandra; serta survivor kanker serviks Sumbangsih Elly Mawarti.

Talkshow Pencegahan Kanker Serviks-1

“FHBUMN juga melakukan kampanye dan sosialisasi melalui media sosial yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pencegahan kanker serviks,” tambahnya.

Deteksi dini adalah cara yang paling tepat untuk mencegah penyakit kanker serviks. Untuk itu masyarakat (kaum perempuan) harus didorong untuk melakukan deteksi dini. Salah satu cara mendeteksinya melalui tes IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat).

Ahmad Reza lalu mengumumkan, setelah talkshow akan diadakan test gratis IVA. Dan peserta talkshow yang ikut test IVA, diminta menyebarkan informasi ke masyarakat tentang upaya deteksi dini kanker serviks melalui Test IVA.

“Dalam kegiatan ini juga diadakan tes gratis untuk IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat). Tes ini dapat dimanfaatkan oleh peserta yang hadir untuk mengetahui secara langsung apakah terkena kanker atau tidak. Tolong disebarkan ke masyarakat bahwa untuk mencegah penyakit kanker serviks ini salah satunya dapat dilakukan melalui tes IVA,” pungkasnya.

Sebagai informasi, beberapa BUMN dan anak perusahaan BUMN, yang turut menyukseskan acara ini, antara lain Pertamedika, IHC, Peruri, IPC, Jamkrindo, Askrindo, BNI, BRI, Bank Mandiri, RNI, Bio Farma, KBN, dan Jasa Tirta II.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait