Senin, 15 Agustus 22

Kejagung Nyatakan Berkas Perkara Ahok Lengkap

Kejaksaan Agung (Kejagung) menyatakan berkas perkara yang melibatkan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sudah lengkap atau P21. Keputusan tersebut diambil setelah tim jaksa peneliti melihat berkas perkara Ahok yang sudah memenuhi syarat formil dan materiil.Kejaksaan selanjutnya akan melimpahkan berkas perkara tersebut ke pengadilan dalam waktu dekat.

“Berkas Ahok resmi dinyatakan lengkap. Sehingga pada hari ini telah resmi dinyatakan P21 atau lengkap secara formil dan materiil. Berkas akan segera dilimpahkan ke pengadilan,” kata Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Noor Rochmad, di Kantor Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (30/11).

Dijelaskan Jampidum, dalam kasus tersebut, jaksa peneliti sepakat dengan penyidik Bareskrin Polri untuk mengenakan pasal 156 dan 156a KUHP.

“Jaksa peneliti melihat dari berkas yang dihasilkan penyidik. Fakta-fakta yang terungkap dari hasil penyidikan menggambarkan bahwa perbuatan yang dapat disangkakan adakah 156 dan 156a,” ucap Jampidum.

Jaksa peneliti yakin, dengan pasal tersebut sudah mencakup seluruh dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama. Sehingga, juga cukup mendukung ketentuan syarat formil dan materiil.

“Jaksa meyakinkannya, dengan pasal itu sudah meng-cover kasus ini. Kami secara profesional meneliti dan memutuskan. Tentu nanti akan diambil sikap kapan harus dibawa ke pengadilan,” ujar Jampidum.

Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri akhir pekan lalu menyerahkan berkas perkara kasus penistaan agama yang diduga dilakukan calon gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama.

Seperangkat berkas Ahok setebal 826 halaman itu diserahkan setelah dinyatakan lengkap oleh penyidik kepolisian untuk kemudian diteliti oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Ahok ditetapkan sebagai tersangka atas ucapannya yang dianggap melakukan penistaan, penghinaan/ penodaan agama dan atau terhadap suatu golongan, sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 156a KUHP dan atau Pasal 156 KUHP.

Setelah penetapan status tersebut, Kejaksaan Agung kini menunggu pelimpahan seluruh barang bukti dan tersangka dalam pelimpahan tahap II berkas perkara Ahok. Pelimpahan tahap II akan menjadi pintu masuk proses persidangan.

“Kejaksaan meminta penyidik (kepolisian) untuk segera menindaklanjuti penyerahan barang bukti dan tersangka (pelimpahan tahap II),” kata Noor Rochmad.

Atas perbuatannya, Basuki Tjahaja Purnama diterapkan dan terancam hukuman Pasai 156a KUHP tentang penistaan/penghinaan/penodaan agama; Ancamam pidana penjara selama-lamanya lima tahun; dan Pasal 156 KUHP tentang penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan (ulama). Ancamam pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

 

 

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait