Senin, 27 Juni 22

Kebijakan India Menaikan Bea Masuk CPO 44 Persen Akan ‘Memukul’ Petani Sawit Indonesia

Pemerintah India menaikkan Bea Masuk CPO dari 30 persen menjadi 44 persen. Selain itu India juga menaikkan Bea Masuk untuk turunan minyak sawit dari 40 persen menjadi 54 persen.Kebijakan itu kemudian menuai protes dari berbagai pihak.

Duta Besar Indonesia untuk India Sidharto R Suryodipuro mengatakan bahwa kebijakan tersebut adalah hal yang diskriminatif. Untuk itu Pemerintah Indonesia telah menyampaikan surat keberatan terkait kebijakan Pemerintah India tersebut dinilai akan memukul pelaku usaha sawit Tanah Air.  Apalagi, India merupakan pasar terbesar CPO asal Indonesia.

“Jadi, kita harus terus meminta agar bukan hanya tarif yang bersifat adil, tetapi juga nondiskriminatif. Jangan hanya tarif minyak sawit yang naik, tetapi juga minyak nabati lainnya. Karena India bukan produsen minyak sawit,” ujarnya mengutip Antara, Rabu (30/5/2018).

Menurut Dubes Arto, Pemerintah India menanggapi keberatan tersebut dengan meminta Indonesia melihat bahwa impor CPO India cenderung naik, hanya volume produk turunannya saja yang berkurang.

“Kami juga melakukan riset pasar terhadap harga eceran produk turunan, dan di situ tampak bahwa harga eceran produk turunan minyak sawit harganya naik dibanding minyak nabati yang lain seperti minyak kedelai dan minyak bunga matahari,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita juga telah mengirimkan surat keberatan kepada pemerintah India terkait kebijakan tersebut. Selain menyampaikan keberatan, Kemendag juga meminta Pemerintah India untuk meninjau kembali kebijakan itu.

Enggar berpendapat berpendapat pemberlakuan Bea Masuk 44 persen itu bukan hanya akan menurunkan pendapatan para pengusaha sawit Indonesia, namun juga memukul perekonomian India karena biaya pemenuhan bahan pokok yang berasal dari minyak sawit seperti minyak goreng dan sabun dipastikan ikut naik.

Menanggapi protes Pemerintah Indonesia tersebut, India memberikan alasan bahwa bahwa impor CPO India cenderung naik meski volume produk turunan sawit tercatat turun. Pemerintah India meminta Indonesia untuk memahami alasan-alasan tersebut.

Untuk diketahui, India menjadi salah satu pengimpor minyak nabati terbesar dunia, dengan volume impor sebesar 70 persen, naik dari 44 persen pada 2001/2002. India adalah pengimpor minyak sawit terbesar dari Indonesia dan Malaysia, sedangkan untuk minyak kedelai dari Argentina dan Brazil.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait