Rabu, 6 Juli 22

KBRI Teheran Himbau WNI Waspada Sehubungan Dengan Aksi Protes Di Iran

Ditengah suasana demonstrasi memprotes kebijakan Pemerintah yang digelar di Berbagai Kota di Iran, Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Iran pada Senin,(1/1/2018) mengimbau warga negara Indonesia di sana agar menjauhi kerumunan massa terkait aksi tersebut. Aksi protes di Iran bermula dari merosotnya kondisi ekonomi di negara tersebut.

WNI dan diaspora yang tinggal di Iran juga diingatkan agar selalu membawa identitas diri bila beraktivitas di luar rumah dan selalu waspada. Terbitan ini dirilis menyusul protes massal di Teheran yang mulai Kamis lalu. Sebagaimana diketahui bahwa aksi protes di Iran tersebut kini menyebar dan bukan hanya berfokus di Teheran.

KBRI menyarankan agar warga Indonesia di Iran senantiasa menjaga komunikasi dan juga menyediakan hotline 24 jam agar mudah dihubungi. Sedangkan nomor yang diberikan oleh KBRI Teheran adalah +989129632269, +989120067021, +989120368594 dan +989121891952.

Seperti diwartakan beberapa media lokal dan dikutip dari CNN, demonstran dalam jumlah besar berada di Rasht dan Kermanshah. Sementara itu, unjuk rasa dengan skala yang lebih kecil berlangsung di Isfahan dan Hamadan.

Situasi aksi protes di Iran kian memanas pasca tewasnya lima peserta demo tewas akibat penembakan yang dilakukan oleh polisi pengendali huru-hara di Kota Dorud, Provinsi Lorestan, Iran Barat, pada Sabtu malam kemarin. Jurnalis dan ahli politik Iran, Abbas Abdi menuturkan kepada Anadolu Agency bahwa Demonstrasi besar-besaran yang terjadi di Iran bermula dari merosotnya kondisi ekonomi di negara tersebut, namun dengan cepat melenceng menjadi bermuatan politik.

“Sangat terlihat bahwa mereka yang kalah pada pemilihan presiden lalu senang melihat demonstrasi massal ini,” ujarnya.

Sementara itu Pemerintah Iran mulai hari Minggu (31/12/2017) dikabarkan telah memblokir aplikasi Instagram dan aplikasi pesan Telegram di tengah aksi demonstrasi anti-pemerintah yang berlangsung selama berhari-hari di seluruh negara itu.

Stasiun televisi pemerintah Iran mengatakan otorita berwenang “untuk sementara waktu” memblokir kedua aplikasi itu guna “menjaga ketenangan” di tengah memuncaknya aksi demonstrasi. Pemerintah Iran beralasan banyak demonstran yang menggunakan berbagai aplikasi untuk memasang atau mengirim foto dan video.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait