Jumat, 1 Juli 22

Katedral Jakarta Mengubah Jadwal Misa Untuk Hormati Idul Adha

Pihak otoritas Gereja Katedral Jakarta mengubah jadwal Misa Minggu pagi (11/8), yang mestinya digelar pukul 06.00 WIB, 08.00 WIB, 10.30 WIB, diubah menjadi pukul 10.00 WIB dan pukul 12.00 WIB. Sementara jadwal Misa Minggu sore dan Minggu malam tetap sebagaimana biasanya, yakni pukul 17.00 WIB dan 19.00 WIB.

Dikutip dari laman resmi katedraljakarta.or.id , perubahan jadwal tersebut guna menghormati umat islam yang akan melaksanakan Sholat ‘Ied atau sholat Hari Raya Idul Ad’ha yang jatuh pada hari Minggu 11 Agustus 2019. Selain itu, pihak Katedral juga mempersilahkan Umat Islam apabila akan menggunakan komplek/halaman Gereja sebagai tempat Sholat Ied.

“Berhubung hari Minggu 11 Agustus 2019 bertepatan dengan hari Idul Adha, dan mengingat bahwa saat ini sedang ada pekerjaan renovasi di kompleks Masjid Istiqlal, maka sebagai bentuk dukungan kepada saudara-saudari Muslim yang akan beribadah Salat Ied maka DPH Paroki Katedral memutuskan menyesuaikan jadwal misa,” demikian bunyi pengumuman tersebut.

Letak komplek Katedral dengan komplek Masjid Istiqlal memang berdekatan dan hanya terhalang jalan raya. Sehingga sangat mungkin apabila jamaah sholat ‘Ied membludak sedangkan Masjid dalam renovasi, komplek Karedral akan jadi tempat para jamaah menunaikan sholat.

Keputusan Otoritas Katedral tersebut menuai pujian dari berbagai pihak. Politisi PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko menilai bahwa keputusan itu sebagai sebuah hal dalam menjunjung toleransi. Mantan Ketua Umum Partai Rakyat Demokratik itu juga berkeyakinan bahwa keputusan Katedral merubah jadwal Misa bukan karena permintaan pihak Masjid Istiqlal.

“Saya yakin gereja melakukannya bukan karena merasa “minoritas”..(dan bukan juga karena Takmir Masjid Istiqlal yg memintanya). Karena dulu saya juga suka Jum’atan di salah 1 gereja di Cambridge (yg belum punya masjid yg memadai utk menampung mahasiswa2 Muslim),”  ungkap Budiman melalui Twitter pribadinya, Sabtu (11/8/2019).

Senada dengan Budiman, aktivis media sosial Rinjani pun melalui akun @RinjaniJB membenarkan bahwa keputusan Katedral bukan karena permintaan pihak lain akan tetapi demi menghormati pemeluk agama lain.

“Tentu bukan. Melainkan karena sudah tertanamnya kesadaran ttg perlunya berbagi, menghormati, menghargai siapapun – di dalam hidup di negara yg berBhinneka Tunggal Ika. Itu kan essensi Pancasila toh, mas ?” tulis Rinjani, membalas cuitan Budiman.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait