Jumat, 30 September 22

Ini Kata Menteri Susi tentang Islam Moderat di Indonesia

“Ini adalah tugas kita bersama meyakinkan bahwa tidak ada yang menganggu, mengacaukan, memengaruhi, atau memicu ancaman terhadap perdamaian dan kemoderatan. Ekstremisme tidak boleh tumbuh di negeri ini,”

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti tak hanya pintar memaparkan tentang bagaimana menjaga kedaulatan Negara melalui pengembangan kelautan dan perikanan yang menjadi tugasnya. Ia juga punya perhatian besar terhadap pentingnya menjaga perdamaian dan kerukunan di Indonesia.

Saat berbicara dalam Forum Perdamaian Dunia (World Peace Forum/WPF) ke-6 di Jakarta, Kamis (3/11), Susi secara khusus mengharapkan Islam yang moderat di Indonesia dengan penduduk muslim terbesar di dunia, perlu dijaga.

“Indonesia juga perlu konsiten menjaga sistem moderasi karena kalau sampai lengah dapat menyebabkan ekstremisme. Tidak ada yang menginginkan ini terjadi,” kata Susi.

Dia menilai Indonesia, yang lebih dari 80 persen penduduknya beragama Islam, terbukti mengakomodasi perbedaan dengan baik.

“Ini adalah tugas kita bersama meyakinkan bahwa tidak ada yang menganggu, mengacaukan, memengaruhi, atau memicu ancaman terhadap perdamaian dan kemoderatan. Ekstremisme tidak boleh tumbuh di negeri ini,” tegas Susi.

Indonesia, menurutnya, juga wajib mempromosikan kemoderatan sekaligus mendukung setiap negara menjalankan kedaulatan dalam menyejahterakan rakyatnya, mengingat salah satu ancaman ekstremisme muncul akibat kondisi ekonomi yang buruk seperti pada negara yang gagal menyediakan kebutuhan dasar warganya.

Susi berpesan, setiap negara bangsa harus mampu menjaga komunikasi untuk bekerja sama mengentaskan kemiskinan dan membangun pondasi ekonomi dunia.

“Kalau saling menghargai dan toleransi terjadi, negara dapat menyejahterakan keluarga dan menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang generasi muda untuk memahami perbedaan dan belajar tolerasi,” kata Susi.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait