Rabu, 29 Juni 22

Kasus Vaksin Palsu, Presiden Jokowi Ajak Masyarakat Tetap Tenang

“Yang penting (masyarakat) tenang dulu karena ini menyangkut tidak setahun, dua tahun. Ini 13 tahun sehingga harus ditangani juga termasuk sanksi terhadap RS maupun individu yang tersangkut”

Pemerintah melalui Menteri Kesehatan Nila F Moeloek sebelumnya telah menyebutkan nama-nama fasilitas dan tenaga kesehatan penerima distribusi vaksin palsu dalam rapat kerja bersama DPR RI di Jakarta, Kamis (14/7).

Tidak hanya distributor, kepala rumah sakit, bidan, dan dokter pun juga telah menjadi tersangka. Saat diumumkan, jumlah layanan kesehatan yang menggunakan vaksin palsu tersebut mencapai 14 fasilitas layanan kesehatan.

Untuk itu, Presiden Joko Widodo meminta agar masyarakat tetap tenang.

“Saya sudah memerintahkan kepada Menkes untuk segera mencari solusi,” kata Presiden di Surabaya, Jumat, (15/7).

Solusi tersebut, lanjut Presiden, dapat dilakukan langsung oleh Kementerian Kesehatan atau bersama pemerintah daerah untuk satu persatu menyelesaikan di setiap lokasi dimana terdapat peredaran vaksin palsu.

“Yang penting (masyarakat) tenang dulu karena ini menyangkut tidak setahun, dua tahun. Ini 13 tahun sehingga harus ditangani juga termasuk sanksi terhadap RS maupun individu yang tersangkut,” ujarnya.

Presiden menyampaikan bahwa 20 orang telah menjadi tersangka dalam kasus vaksin palsu.

“Tapi mungkin akan tambah lagi dan juga sanksi terhadap rumah sakit. Ini juga baru proses. Bisa saja nanti ada yang dicabut ijinnya, bisa hanya bentuk teguran dan lain-lain,” katanya.

Ketika ditanya wartawan tentang langkah yang diambil bagi pasien yang telah menggunakan vaksin palsu.

“Nanti tunggu menkes, ini harus ditangani betul-betuk secara detail dan hati-hati,” tandasnya.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait