Rabu, 7 Desember 22

Kasus Sengketa Lahan Cengkareng, Djarot Saiful Hidayat: ‘Informasi yang Saya Ketahui Sudah Saya Sampaikan ke Penyidik’

Usai menjalani pemeriksaan di Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengungkapkan bahwa parafnya dalam dokumen pembelian lahan di kawasan Cengkareng Barat, Jakarta, dilakukan karena dokumen itu sudah diparaf lebih dulu oleh para pejabat yang berwenang dari Dinas Perumahan.

Djarot menganggap paraf dari pejabat terkait itu menandakan bahwa lahan yang dibeli bebas dari masalah.

“Gimana saya enggak paraf, ya semuanya sudah paraf. Ini bukan tanda tangan ya tapi paraf,” kata Djarot di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (22/7/2016).

Seperti diketahui, Djarot ikut menyetujui proses pembelian lahan seluas 4,6 hektar oleh Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintahan pada 2015, senilai Rp 668 miliar.

Oleh karena itu, Bareskrim yang sedang menangani kasus sengketa lahan ini memutuskan untuk memeriksa Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut sebagai saksi.

Djarot tiba di Gedung Bareskrim pukul 09.00 dan keluar sekitar pukul 10.45. Dia mengaku mendapat sekitar enam hingga 10 pertanyaan dari penyelidik.

Namun, dia enggan menjawab pertanyaan wartawan seputar materi pertanyaan penyidik Bareskrim terhadap dirinya.

“Informasi yang saya ketahui sudah saya sampaikan ke penyidik sebagai saksi,” kata Djarot.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait