Kamis, 1 Desember 22

Kasus Korupsi Angkahong Mengambang, Kejari Dilempari Telur Busuk

BOGOR- Tak kunjung tuntasnya penyelesaiaan kasus dugaan korupsi mark up  pengadaan lahan Pasar Warung Jambu yang menelan anggaran APBD 2014 sebesar Rp43,1 miliar, Gerakan Mahasiswa Anti Korupsi (GEMAK) yang  menggelar demo di Kantor Kejari Bogor, Kamis (10/03/2016).

Para pendemo menuntut Kejari Bogor segera melakukan pelimpahan kasus dugaan mark up pengadaan lahan pasar Warung Jambu seluas 7.302 meter persegi yang menelan dana APBD Perubahan 2014 senilai Rp43,1 miliar ke Pengadilan Tipikor.

“Ada apa dengan Kejari Bogor? Kasus mark up korupsi Jambu Dua sampai saat belum terselesaikan. Sudah setahun lebih Kejari Bogor belum mengajukan kasus ini ke persidangan, padahal sudah ada tersangka dan para petinggi Kota Bogor banyak yang sudah diperiksa,” teriak Koordinator Aksi Egi Hendrawan dalam orasinya.

Pengunjuk rasa pun melampiaskan kekesalannya dengan melemparkan telur busuk ke Kantor Kejari dan membakar ban bekas. Sejumlah petugas Polres Bogor Kota berusaha memadamkan kobaran api dan minta pendemo menyampaikan aspirasi lebih tertib.

Permintaan ini  dituruti pendemo yang kemudian membentangkan berbagai poster di pagar Kantor Kejari Bogor lalu  berteriak-teriak menyampaikan aspirasinya.

“Kejari Bogor melempen. Sudah setahun kasus ini ditangani tapi belum juga dibawa ke pengadilan. Ada apap ini?”  ujar Egi Hendrawan, koordinator demo. Menurutnya, Kejari Bogor segera melimpahkan kasus dugaan mark up pengadaan lahan pasar Warung Jambu seluas 7.302 meter persegi yang menelan dana APBD Perubahan 2014 senilai Rp43,1 miliar ke Pengadilan Tipikor.

Gemak menyebut belum dilimpahkannya kasus yang dikenal kasus Angkahong ini, ada intervensi dari berbagai pihak.

“Kami juga menuntut Kejari harus berani menahan para tersangka dan mengungkap peran Walikota dan Wakil Walikota, Sekda serta Banggar DPRD Kota Bogor dalam kasus pengadaan lahan untuk relokasi PKL ini,” ujarnya.

Ditandaskannya, apabila Kepala Kejari Bogor tidak bisa menyelesaikan permasalahan ini secara tuntas dan terang benderang, pihaknya menuntut agar mundur dari jabatannya.

Usai menyampaikan apsirasi, para pendemo yang menggelar unjuk rasa dalam waktu singkat itu pun membubarkan diri dan tak satu pun pihak Kejari Bogor yang menemui pendemo. (eko)

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait