Sabtu, 23 September 23

Kapolri: Pelaku Bom Gereja di Samarinda adalah Pelaku Bom Buku di Utan Kayu

Kapori Jenderal Tito Karnavian menuturkan pelaku pelempar bom molotov di depan Gereja Oikumene di Samarinda telah ditangkap. Pelaku adalah mantan napi yang terkait jaringan bom buku di Jakarta tahun 2011 silam.

“Pelaku sudah ditangkap. Napi kasus teror bom Puspitek di Serpong dan terkait bom buku di Jakarta 2011,” kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian kepada wartawan, Minggu (13/11/2016).

ā€ˇPelaku pengebom bernama Joh alias Jo bin Muhammad Aceng Kurnia (32).

Joh tercatat pernah masuk penjara atas tindak pidana terorisme. Yang bersangkutan termasuk pelaku teroris kasus bom buku di halaman Kantor Berita Radio (KBR 68H) di kawasan Utan Kayu, Jakarta Timur pada 15 Maret 2011.

Kapolri menuturkan pelaku bernama inisial J juga tergabung dalam jaringan teroris. “Dia gabung dengan kelompok JAT, kita akan kembangkan,” katanya.

Sebelumnya, Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan J terkait bom Puspitek Serpong dan kelompok Pepy Vernando.

“Setelah bebas (J) bergabung dengan kelompok JAD Kaltim dan mempunyai link dengan kelompok Anshori di Jatim yang sekarang ini masih di supervisi karena indikasi akan beli/mendatangkan senjata api dari Filipina,” tutur Boy hari ini.

Senada, Kepala Polda Kalimantan Timur, Irjen Pol Safaruddin, juga memastikan pelaku merupakan anggota kelompok teroris.

“Polisi akan menyelidiki jaringan dari pelaku yang kini sudah ditangkap,” kata Safaruddin, kepada wartawan usai menjenguk korban ledakan di RSUD A Moeis, Samarinda Seberang, Minggu.

Saat ini pelaku sudah diamankan di Polresta Samarinda.

 

Ledakan terjadi sekitar pukul 10.30 WITA, saat puluhan jemaat Gereja Oikumene sedang kebaktian sesi kedua.

Terduga pelaku peledakan ditangkap warga saat berusaha melarikan diri dengan menceburkan diri ke Sungai Mahakam.

Selain mencederai sejumlah korban, ledakan bom molotov itu mengakibatkan empat unit sepeda motor, termasuk milik terduga pelaku yang ditinggalkan di halaman gereja mengalami kerusakan.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait