Rabu, 30 November 22

Kapolres Jakarta Timur: Kami Akan Menindak Tegas Persekusi Dan Kejahatan Lain yang Meresahkan Warga

Polres Jakarta Timur membentuk Tim Satuan Gerak Cepat yang diaebut Rajawali. Tim Rajawali ini dibentuk oleh Kapolres Jakarta Timur Kombes Pol. Andry Wibowo yang merupakan akronim dari “merawat-menjaga-mengawal dan melindungi” negara, bangsa dan masyarakat. Tujuannya adalah menindak tegas pelanggaran hukum yang meresahkan warga, termasuk menindak tegas persekusi, geng motor dan pelanggaran hukum lainnya.

Selama bulan ramadhan ini, Polres Jakarta Timur ¬†intensif melakukan “Ronda malam”, seperti yang digelar malam tadi (Sabtu, 3/6/2017) yang melibatkan pasukan gabungan Sabhara Polda, Sabhara dan Narkotik Polres, hingga Resmob Polsek. Tak ketinggalan Satuan Gerak Cepat Rajawali.

“Satuan gerak cepat Rajawali juga terlibat dalam operasi ‘Ronda Malam’, operasi gabungan dengan Polda Metro Jaya,” ujar Kombes Andry, pada hari Minggu (4/6/2017).

Pembentukan satuan gerak cepat Rajawali ini, menurut Kapolres Metro Jakarta Timur, untuk mencegah terjadinya konflik di masyarakat selama bulan ramadhan. Gangguan kamtibmas yang dilakukan oleh geng motor di Jakarta Timur, menurut Andry, menjadi target tim Rajawali pula.

“Dalam seminggu kami berhasil menangkap 18 orang yang berasal dari 7 kelompok geng motor yang meresahkan warga di wilayah Jakarta Timur,” jelas Kapolres Jakarta Timur ini.

Saat sitanyakan oleh indeks berita mengenai tindakan persekusi, yang dilakukan oleh satu kelompok terhadap seseorang atau kelompok lainnya, Andry menjelaskan, Polres Metro Jakarta Timur siap menindak segala bentuk tindakan persekusi yang ada di lingkungan Jakarta Timur.

“Kami akan menindak tegas persekusi dan pelanggaran hukum lainnya. Seperti yang dilakukan oleh anggota Front Pembela Islam terhadap M (15) di Cipinang Muara. Kedua pelaku telah kami tangkap, dan telah ditetapkan sebagai tersangka. Kasus tersebut kini ditangani oleh Polda Metro Jaya,” ungkap Andry.

Peran aktif masyarakat, masih menurutnya, akan sangat mendukung kinerja aparat kepolisian. Dan Ia juga berharap, agar masyarakat dapat dengan tenang menjalankan ibadahnya di bulan ramadhan ini.

“Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat Jakarta Timur, untuk selalu waspada, dan melaporkan tindak kejahatan yang terjadi kepada pihak kepolisian terdekat. ¬†Khusus soal Persekusi, jangan takut untuk melaporkan pelakunya kepada polisi. Kami akan menindak tegas persekusi, karena tindakan itu melanggar hukum dan meresahkan masyarakat,” pungkasnya.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait