Kamis, 1 Desember 22

Kapolres Jakarta Timur Bentuk Satgas Merah Putih Cinta Damai

Kapolres Jakarta Timur Kombes Pol Andry Wibowo, selain menerjunkan para personilnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban dalam pelaksanaan Pilkada Jakarta, juga membentuk satuan tugas khusus bernama Satgas Merah Putih Cinta Damai.  Satgas ini terdiri dari gabungan organisasi kemasyarakat, mahasiswa, tokoh masyarakat hingga tokoh agama. Organisasi yang terdaftar sebagai aggota Satgas Merah Putih Cinta Damai adalah Gerakan Pemuda ANSOR, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) FATAYAT (NU), Laskar Betawi, Laskar Merah Putih, Pemuda Pancasila, Forum Betawi Bersatu)  Front Betawi Bersatu (FBB), Pokdar Kamtibmas, Badan Eksekutif Mahasiswa se Jabodetabek dan Aliansi Masyarakat Peduli Bangsa (AMPB).

Ratusan perwakilan Satgas Merah Putih Cinta Damai dikukuhkan oleh Kapolres Jakarta Timur Kombes Pol Andry Wibowo pada hari Selasa (18/4/2017), di Aula Lantai 6 Polres Metro Jakarta Timur. Turut hadir dalam pengukuhan tersebut: Komandan Kodim 0505 Letkol Infantri Iwan Setiawan dan Pejabat Utama Polres Metro Jakarta Timur.

Dalam sambutannya, Kapolres Jakarta Timur Andry Wibowo, menyatakan bahwa tugaa anggota satgas tersebut adalah menjaga suasana damai di Masyarakat. “Pada masa pilkada ini, fragmentasi masyarakatnya jelas,  yakni pendukung Ahok-Djarot dan Anies-Sandi. Anggota Satgas  Merah Putih Cinta Damai diharapkan menjadi juru damai, agar tidak terjadi segeresi diantara pendukung dua kutub tersebut,” ujarnya.

Andry menjelaskan bahwa Satgas Merah Putih Cinta Damai ini terdiri dari ribuan anggota yang tersebar di 10 kecamatan di Jakarta Timur. Menururnya, mereka akan menjadi agen perdamaian, terjun ke Masyarakat langsung untuk memberikan pandangan kebangsaan bagi dua kubu masyarakat yang memiliki pilihan berbeda dalam pilkada kali ini.

“Mereka akan menjadi juru damai atas segresi yang terjadi di masyarakat, Mereka akan memberikan wawasan serta semangat kebangsaan untuk mencegah potensi konflik di lingkungan mereka masing-masing,” kata Andry menjelaskan kepada awak media.

Kapolres Jakarta Timur menjelaskan bahwa satgas ini juga akan terjun langsung ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada hari pencoblosan dengan mengenakan seragam khusus yakni kemeja putih dengan kacu Merah putih yang melingkar pada leher, dilengkapi dengan pin ‘Aman Ada Kami’. Masih menurut Andry, seragam itu menjadi gambaran kesucian merah putih yang harus dijaga dengan semangat persatuan.

“Harapannya masyarakat Jakarta Timur bisa menerima hasil pilkada dengan jiwa lapang. Siapapun yang menang, jangan sampai menjadikan kerukunan hidup di masyarakat sampai terganggu,” katanya.

Sementara, Suwitno selaku Ketua Umum Ormas Aliansi Masyarakat Peduli Bangsa (AMPG) berkomitmen akan turut mewujudkan kedamaian dalam pilkada DKI Jakarta ini. Ia akan menerjunkan ratusan personilnya yang tersebar hingga ke tingkat RW untuk mencegah terjadinya perselisihan atas perbedaan pandangan dalam menentukan pemilih Jakarta.

“Persatuan Indonesia harga mati. Jangan sampai terganggu karena Pilkada,  mari kita dukung Polri dan TNI untuk persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia,” kata Suwitno.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait