Senin, 27 Juni 22

Jusuf Kalla: Tak Perlu ada Sekolah Parlemen

Rencana DPR untuk membuat Sekolah Parlemen guna meningkatkan kualitas anggota legislatif dinilai mubazir oleh Wakil Presiden M. Jusuf Kalla (JK).

Menurut Wapres, mereka yang sekarang menjadi legislator seharusnya sudah punya kemampuan bicara mengenai lembaganya dan sudah mendapat pelatihan oleh partainya masing-masing.

“Tidak perlu. Sebelum dipilih kan mereka harus mampu bicara soal DPR, dan diadakan pelatihan oleh masing-masing partai,” kata Wapres di Jakarta, Senin (29/8/2016).

Wapres menambahkan, masing-masing partai tentunya sudah membuat pelatihan kader, karena itu seharusnya tidak perlu lagi ada sekolah parlemen.

“Sebelum jadi anggota DPR mereka harusnya sudah memahami, apalagi kalau sudah jadi anggota DPR,” demikian Jusuf Kalla.

Sementara itu, Ketua DPR Ade Komaruddin mengatakan, Rapat Pimpinan DPR pada Kamis (25/8) salah satu agendanya membahas persiapan membuat sekolah parlemen, bertujuan meningkatkan kualitas anggota legislatif.

“Kami membahas persiapan membuat Sekolah Parlemen untuk meningkatkan kualitas anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota seluruh Indonesia,” kata Ade di Gedung Nusantara III, Jakarta, Kamis lalu.

Dia mengatakan, DPR akan segera mengkaji untuk pembentukan sekolah parlemen sehingga tujuannya untuk meningkatkan kualitas legislator bisa tercapai.

Menurut dia, Sekolah Parlemen mengemban tiga fungsi agar anggota dewan bisa berjalan lebih baik, yaitu pengawasan, anggaran dan legislasi.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait