Kamis, 28 September 23

Jumlah Pendukung Dikurangi, Agar Debat Cagub DKI Berjalan Khidmat.

Debat Publik Pasangan Calon Gubernur (Cagub) DKI Jakarta  putaran terakhir akan berlangsung Jumat 10 Februari 2017. Salah satu hal yang harus diperhatikan dalam Debat Cagub nanti adalah sikap dari para pendukung masing-masing kandidat. Dalam 2 acara debat sebelumnya dapat kita saksikan aksi para pendukung masing-masing pasangan calon yang riuh rendah. Keriuhan terjadi seringkali tidak terkendali. Sering teriakan-teriakan dukungan terlontar bukan pada saat yang disediakan. Tidak jarang moderator harus berkali-kali mengingatkan tim pendukung untuk tetap tenang dan bertindak sopan serta menyampaikan yel-yel pada waktunya saja.

Sikap para para pendukung masing-masing kandidat dalam debat kandidat tersebut menjadi sorotan Kordinator Nasional JPPR (Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat), Masykurudin Hafidz. Menurut pria yang biasa dipanggil dengan Maskur ini, keriuhan ini jelas menggangu kekhidmatan debat.

“Keriuhan ini bukan hanya membutuhkan waktu lebih untuk menenangkan situasi tetapi juga mengganggu konsentrasi masyarakat Jakarta untuk mencerna materi dan gagasan yang disampaikan oleh pasangan calon,” ujar Maskur.

Menurut Maskur, untuk menjaga kehidmatan debat, para pendukung yang sekaligus menjadi tim hore dari masing-masing pasangan calon perlu dievaluasi. Dan menurutnya, pada debat terakhir, perlu dipertimbangkan apakah perlu menghadirkan tim pendukung sebanyak seperti debat yang kedua.

“Kalaupun para pendukung tetap dihadirkan, dapat dikurangi jumlahnya, sehingga ketenangan dalam debat bisa dipastikan berjalan. Sehingga tujuan debat tidak terganggu dengan persoalan teknis dan keriuhan yang tidak perlu,” ujar Maskur kepada indeksberita.com.

Amatan Kordinator Nasional JPPR tersebut, dirasakan pula oleh KPU DKI Jakarta. Debat kedua terasa lebih riuh dibanding debat pertama. Keriuhan debat berkaitan dengan jumlah pendukung dari masing-masing kandidat yang diperbolehkan hadir dalam debat publik tersebut.

“Di debat pertama ditetapkan 100 orang pendukung untuk masing-masing calon, sedangkan pada debat kedua 120 orang. Nanti pada debat ke tiga, jumlah pendukung dikurangi. Jadi nanti masing-masing kandidat hanya dibolehkan membawa pendukung sebanyak 100 orang, seperti debat pertama,” ujar Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta, Dahlia Umar di Kantornya di Salemba Jakarta (9/2/2017).

Sama dengan usulan JPPR, pengurangan jumlah pendukung kandidat yang dibolehkan hadir dalam debat publik adalah agar para pasangan calon (paslon) maupun moderator, tidak terganggu saat debat berlangsung.

“Ketenangan diperlukan agar paslon maupun moderatornya tidak terganggu. Itulah sebabnya, saat paslon sedang menjawab, tak boleh ada celetukan,” ujar Diah.

Debat Cagub DKI sendiri akan dilaksanakan pada pukul 20 WIB, di Hotel Bidakara Jakarta. Ini merupakan debat terakhir, sebelum memasuki masa tenang kampanye pada tanggal 12-14 Februari. Pada masa tenang, seluruh paslon dilarang untuk melakukan kegiatan kampanye.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait