Jumat, 30 September 22

Jokowi Tunda Kunjungan Kenegaraan ke Australia

Presiden Joko Widodo menunda kunjungan kenegaraan  ke Australia yang dijadwalkan pada tanggal 6-8 November 2016.

“Perkembangan (di dalam negeri) saat ini memerlukan keberadaan Presiden Jokowi di Indonesia,” demikian keterangan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI dalam rilis pers di Jakarta, Sabtu (5/11/2016).

“Presiden Jokowi telah menelepon PM Australia Malcolm Turnbull untuk menyampaikan penundaan kunjungan tersebut,” tambahnya.

Selanjutnya, Menlu RI Retno L.P. Marsudi telah ditugaskan untuk membahas penjadwalan ulang kunjungan dalam waktu dekat bersama mitranya dari Australia.

Menurut Kemenlu, hubungan kedua negara saat ini sedang berada pada kondisi yang sangat baik.

“Merupakan komitmen kedua negara untuk terus meningkatkan hubungan yang penting ini”.

Pemerintah Indonesia menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pemerintah Australia, yang telah melakukan persiapan yang sangat baik untuk kunjungan Presiden Jokowi.

Seperti diketahui, terakhir kali Presiden Jokowi bertemu dengan Malcolm Turnbull berlangsung di ASEM Villa, Vientiane, Laos, Kamis (8/9/2016) lalu, di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN/

Turnbull merupakan Perdana Menteri ke-29 Australia dan baru menjabat pada pertengahan April 2015 menggantikan Tony Abbot.

PM Australia Malcolm Turnbull punya hubungan yang baik dengan Presiden Jokowi. Keduanya bahkan pernah blusukan ke Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Kamis (12/11/2015) silam, karena Turnbull ingin tahu kedekatan Jokowi dengan masyarakatnya.

Kunjungan itu menuai simpati dan menggambarkan kedekatan pemimpin kedua negara.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait