Rabu, 6 Juli 22

Jokowi di Solok: Kartu Indonesia Pintar Ini, Agar Anak-Anak Semuanya Bisa Bersekolah

Setelah membagikan Bansos PKH (Program Keluarga Harapan) di Dharmasraya, Presiden Joko Widodo melanjutkan perjalanannya ke Kabupaten Solok Sumatera Barat. Jokowi di Solok akan membagikan PKH dan Kartu Indoneaia Pintar, yang tujuannya agar anak-anak Indonesia semuanya bisa bersekolah.

Sebelum tiba di GOR Tuanku Tablang, Kabupaten Solok, sepanjang perjalanan antara Kabupaten Dharmasraya dan Kabupaten Solok, tidak kurang dari sepuluh kali, iring-iringan mobil kepresidenan berhenti. Hal tersebut dikarenakan Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo ingin menyapa dan membagi-bagikan buku tulis, syal batik serta perlengkapan bayi kepada masyarakat yang telah menunggu iring-iringan mobil tersebut.

Presiden Jokowi di Solok menyapa pelajar penerima KIP (Biro Pers Setpres)
Presiden Jokowi di Solok menyapa pelajar penerima KIP (Biro Pers Setpres)

Setelah menempuh perjalanan Kabupaten Dharmasraya – Kabupaten Solok, Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo tiba GOR Tuanku Tablang Kabupaten Solok, Kamis 8 Februari 2018. Presiden Jokowi dan rombongan disambut ribuan pelajar pemilik Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan ibu-ibu penerima manfaat PKH.

Pada kesempatan tersebut dibagikan KIP untuk 1.173  pelajar mulai dari SD hingga SMA/SMK dan program kesetaraan. Melalui kebijakan KIP, pemerintah berharap agar seluruh anak Indonesia mendapatkan akses pendidikan yang layak.

“Kita syukuri bahwa pemerintah bisa memberikan Kartu Indonesia Pintar ini, agar anak-anak semuanya bisa bersekolah,” ujar Presiden.

(Foto Biro Pers Setpres)
(Foto Biro Pers Setpres)

Terdapat tiga skema pembiayaan bagi para pelajar melalui KIP itu. Kepada para pelajar tingkat SD, diberikan dana bantuan sebesar Rp450 ribu per tahun. Untuk pelajar SMP, diberikan Rp750 ribu. Sedangkan untuk tingkat SMA maupun SMK, diberikan dana bantuan sebesar Rp1 juta.

Sementara itu kepada 1.500 penerima PKH, Presiden mengatakan bahwa dana yang tersedia pada kartu PKH ini adalah Rp1,89 juta.

Dana yang ada di PKH hanya boleh digunakan untuk keperluan gizi dan pendidikan anak-anak. “Beli rokok boleh? Tidak boleh,” ujar Kepala Negara.

Tampak hadir mendampingi Presiden, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Sosial Idrus Marham, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar, Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno, Bupati Solok Gusmal dan Komisaris Utama BRI Andrinof Chaniago.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait