Sabtu, 3 Desember 22

Jokowi: Ngurus Harga Daging, Menteri-menteri Pusing

Jakarta – Gejolak harga berbagai komoditas kebutuhan pokok yang selalu berulang saat menjelang bulan suci Ramadhan dan Lebaran mendapat perhatian serius Presiden Joko Widodo. Salah satu harga yang sering paling melambung pada periode itu adalah harga daging sapi.

Saat membuka Konvensi Nasional Indonesia Berkemajuan di Auditorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Yogyakarta, Senin (23/5/2016), Jokowi memerintahkan menteri-menterinya agar menurunkan harga daging menjadi di bawah Rp 80.000,- per kilogram.

“Saya sudah pegang daftar harga daging. Di Singapura dan Malaysia, harga daging itu Rp 50.000 sampai Rp 55.000 saja,” ujar Jokowi

Menurut Jokowi, harga daging di Singapura dan Malaysia itu jauh lebih murah dibanding harga di Indonesia. Harga sebesar itu sudah sampai di toko dan siap dijual ke konsumen. Namun, di Indonesia, harga daging Rp 120.000 sampai dengan Rp 130.000 per kilogram. Saat menjelang Lebaran, harga daging biasanya melejit hingga harga Rp 150.000 per kilogram.

“Kira-kira tiga minggu lalu saya perintahkan kepada menteri. Caranya saya tidak mau tahu, tetapi sebelum Lebaran harga daging harus di bawah Rp 80.000,” kata dia.

Menurut Jokowi, jika negara lain menekan harga daging, Indonesia pun harus bisa. Tidak perlu sampai harga seperti di negara-negara itu, tapi cukup di bawah Rp 80.000.

“Ini menteri-menteri baru pusing semuanya ngurus urusan daging agar bisa di bawah Rp 80.000,” kata dia.

Jokowi mengakui bahwa persoalan harga daging tidak mudah diselesaikan. Bahkan karena sudah terjadi selama bertahun-tahun, hal itu telah dianggap hal biasa.

“Buat saya, itu bukan hal biasa. Ini yang harus dibongkar dan dijungkirbalikkan. Ini perlu kerja keras oleh kita semua,” kata Jokowi.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait