Selasa, 6 Desember 22

Jogja Independent Masih Lanjut Meski Garin-Rommy Mundur

Yogyakarta – Mundurnya pasangan independen calon walikota Yogyakarta Garin-Rommy pada 6 Agustus lalu tidak serta-merta menyudahi kegiatan Jogja Independen (Joint), meski lembaga ini dibuat dalam rangka memeriahkan Pilkada Serentak 2017 dan menyumbangkan calon-calon yang dinilai bersih dan berkompeten dalam membangun Yogyakarta.

Subkhi Ridho selaku juru bicara Joint mengatakan bahwa perolehan sumbangan foto kopi KTP yang belum mencapai 26374 memang turut disayangkan, namun bukan berarti tugas dari lembaga ini selesai. Karena tujuan utama dibentuknya Joint bukan hanya menyumbangkan calon walikota dan wakilnya, namun juga mengedukasi masyarakat akan nilai-nilai politik yang belum pernah diberikan oleh partai-partai politik dan tidak lupa menanamkan kepedulian pada Yogyakarta untuk dapat lebih berkembang.

“Yang kasihan itu, masa tiga dari sepuluh orang yang diminta sumbangan fotokopi KTP terang-terangan minta sumbangan uang balik. Ini artinya bahwa masih ada saja masyarakat Yogyakarta yang menganggap politik itu tidak jauh dari uang. Bisa dimungkinkan juga bahwa mereka sudah biasa begitu ketika nyoblos, ini kan yang harus diedukasi.” Ujar Ridho saat ditemui di kantornya Yayasan Umar Kayam, Keparan Kidul (8/8).

Untuk rencana Joint kedepannya Ridho menjawab dengan memperbanyak relawan, memelihara lingkungan diskusi hingga membuat sistem kader sehingga transformasi budaya politik bersih dari Joint dapat terus berjalan. Ridho juga menambahkan bahwa meski perolehan dukungan tidak mencapai target yang telah ditentukan UU, namun Garin-Rommy memiliki 17.000 pemilih. Hal tersebut dipercayainya bahwa ribuan pendukung tersebut harus tetap difasilitasi, baik dengan penampungan aspirasi, edukasi hingga diskusi.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait