Senin, 3 Oktober 22

Jimly Asshiddiqie: Teroris Tak Percaya Tuhan

Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie mengatakan, teroris adalah manusia tak beragama dan tak percaya Tuhan, melainkan hanya percaya dirinya sendiri.

“Terorist has no religion, terorist believe in no god. Tidak percaya tuhan, hanya percaya dirinya sendiri,” kata Jimly saat acara “open house” Lebaran di kediamannya di Jakarta, Kamis (7/7/2016).

Jimly selanjutnya menuturkan bahwa pemahaman yang salah mengenai agama bisa membuat seseorang menjadi pelaku teror bom bunuh diri seperti yang baru terjadi dalam dua hari terakhir di sejumlah kota di Arab Saudi dan di Solo.

Padahal, lanjutnya, tidak ada agama apapun yang punya kepercayaan bahwa seseorang akan masuk surga dengan cara bunuh diri.

“Bunuh diri itu tidak halal. Kalau mau masuk surga mari bareng-bareng mengajak orang dengan cara baik. Surga di akhirat itu harus digapai dengan terlebih dulu menggapai surga dunia,” tuturnya.

Karena itu, Jimly mengajak pemuka umat beragama untuk menyebarkan pemahaman kepada umatnya bahwa hanya neraka yang tersedia bagi seseorang yang melakukan bunuh diri.

“Menurut saya pribadi pikiran mati syahid dengan bunuh diri itu hanya kesimpulan manusia. Bunuh diri tidak bisa membawa orang menjadi syahid, tapi hanya akan masuk neraka,” kata Jimly.

Di sisi lain, Jimly juga mengingatkan agar semuq tokoh politik dunia menyikapi setiap persoalan dengan cara lain selain kekerasan. 

“Kita ingatkan tokoh-tokoh politik seluruh dunia jangan pernah lagi membenarkan tindak kekerasan yang memicu kekerasan lain. Misalnya Irak dibumihanguskan karena kesalahpahaman, akhirnya melebar menjadi konflik Sunni-Syiah. Teroris ini timbul karena efek berantai tindak kekerasan yang dilakukan suatu negara terhadap negara lain,” tuturnya.

Jimly lebih jauh mengungkapkan keyakinannya bahwa hanya motif-motif politik yang melatari terjadinya tiap tragedi kemanusiaan, bukan motif agama.

“Seseorang yang memahami agama, tidak mungkin akan berkesimpulan untuk membenarkan tindak kekerasan dalam menyikapi persoalan,” ungkapnya.

Seperti diketahui, dalam dua hari jelang Idul Fitri terjadi aksi teror bom bunuh diri di tiga kota di Arab Saudi (Senin, 4/7) dan di Mapolresta Solo, Selasa (5/7). 

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait