Rabu, 7 Desember 22

Jika Gagal Nyapres, Donald Trump Ancam Rusuh

Florida – Pemilihan calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik kian memanas. Donald Trump memperingatkan akan timbul kerusuhan jika Konvensi Nasional Partai Republik menolak pencalonannya sebagai calon presiden Amerika Serikat.

Pengusaha New York yang suka blak-blakan itu mencatat kemenangan besar dalam pemilu Pendahuluan di Florida, Illinois dan North Carolina pada Selasa (14/3/2016). Hal itu membuatnya kian mendekati jumlah 1.237 delegasi Konvensi yang diperlukannya untuk memenangkan nominasi.

Trump mengklaim kemenangan di Missouri, tetapi kalah di Negara Bagian Ohio, sehingga membuka celah bagi pihak-pihak yang mencoba menghentikannya menjadi calon Partai Republik untuk pemilihan presiden pada 8 November 2016 mendatang.

Jika Trump gagal memenangkang mayoritas delegasi, partai Republik akan mengajukan nama lain kandidat pada Konvensi di Cleveland, Juli nanti.

Dalam sebuah wawancara dengan CNN pada hari Rabu (16/3), Trump mengatakan partai tidak dapat menolak pencalonannya, meskipun ia gagal memenangkan cukup suara delegasi.

“Saya tidak berpikir anda bisa mengatakan bahwa kita tidak mengerti. Saya kira akan terjadi kerusuhan. Saya mewakili jutaan orang,” ujar Trump sebagaimana dilansir Reuters, Kamis (17/3).

Pemimpin Partai Republik dibuat gerah dengan retorika dan rencana kebijakan controversial yang dilontarkan Trump selama masa pencalonan, antara lain mendeportasi 11 juta imigran ilegal, melarang Muslim datang ke Amerika Serikat, dan membangun dinding di sepanjang perbatasan dengan Meksiko.

Partai mencoba menurunkan suhu terkait komentar Trump itu. “Saya menganggap dia berbicara secara kiasan,” kata juru bicara Komite Nasional Partai Republik Sean Spicer kepada CNN.

Sementara, Ted Cruz, pesaing utama Trump dari Republik justru turut mengingatkan akan timbulnya masalah serius jika Trump disingkirkan. “Saya kira itu akan jadi bencana besar. Rakyat akan melawan. Cara mengalahkan Donald Trump adalah melalui kotak suara,” kata Cruz.

Saat Partai Republik terperosok dalam kekacauan, kandidat kuat calon presiden dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, mencatat kemenangan di setidaknya empat negara bagian pada Selasa (14/3). Hasil ini menempatkan dia dalam kondisi yang lebih baik untuk mengalahkan Senator Bernie Sanders dari Vermont dan memenangkan nominasi Partai Demokrat.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait