Jumat, 30 September 22

Jembatan Sempur Rawan Roboh, Pemkot Tak Ada Duit Perbaiki

BOGOR – Meski rentan roboh, Jembatan Sempur yang menjadi penghubung di atas Sungai Ciliwung ini belum ada kepastian perbaikan. Sebab, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tidak memiliki anggaran dan hanya berharap uluran bantuan dari pemerintah pusat. Jembatan yang dibuat sejak zaman Belanda dan sudah berusia diatas 100 tahun ini diprediksi hanya bisa dipergunakan hingga 2 tahun kedepan.

“Harapan kita, jembatan Sempur bisa dapat kucuran bantuan dari pemerintah pusat pada tahun 2017, atau paling tidak tahun 2018. Soal ajuan, sudah disampaikan. Tapi, kita tidak tahu kepastian kapan pencarian anggaran tersebut,” kata Kepala Bidang Perencanaan pada Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Satiya Mulya kepada indeksberita.com, Rabu (28/92016).

Ia menurutkan, DBMP merencanakan akan melakukan perbaikan pada 3 jembatan untuk mengurai kemacetan Kota Bogor. Selain Jembatan Sempur, perbaikan lainnya juga diusulkan untuk Jembatan Otista didekat Kebun Raya Bogor (KRB) dan Jembatan Situduit di Jambu Dua.

“Masing-masing ajuan senilai lebih dari Rp15 miliar. Terkait Jembatan Sempur dan Otista, akan dilakukan pelebaran dari lebar semula. Sedangkan Jembatan Situduit akan dilakukan penguatan,” tuturnya.

Masih menurut Satiya, Jembatan Sempur disebut mengkhawatirkan karena sudah terjadi sudah turun 15 centimeter dan sejak era pendudukan Belanda dulu belum pernah dilakukan perbaikan.

“Idealnya, jembatan yang sudah berusia diatas 50 tahun perlu dilakukan perbaikan. Buat sementara ini, untuk menghindari yang tak diinginkan kendaraan bertonase berat diatas 10 ton sudah dibuat larangan melintas melalui jembatan tersebut,” ucapnya.

Terpisah, warga Lebak Kantin RT 01. RW 01, Kelurahan Sempur, Anda Suhanda mengaku was-was belum ada kepastian waktu perbaikan Jembatan Sempur.

“Sewaktu saya berada diatas jembatan, kalau ada kendaraan berbobot berat melintas, jembatan tersebut terasa bergetar. Kalau mengingat usia yang sudah tua, mestinya harus segera dilakukan perbaikan. Masak iya Pemkot Bogor bangun gedung dewan baru senilai Rp72 miliar biasa, tapi untuk perbaiki jembatan saja tidak ada anggaran. Aneh!,” ujarnya sembari mengkritik kebijakan Pemkot Bogor. (eko)

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait