Rabu, 25 Mei 22

Jelang Munas PB Percasi dan Kejurnas Catur 2017, Utut Adianto: Prestasi itu Mahal

Pembinaan dan peningkatan prestasi pecatur muda akan menjadi fokus terpenting Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) masa kepengurusan periode 2017-2021. Target tinggi bahkan dipatok, yakni mencetak 10 pecatur berpredikat Grandmaster (GM) kelas dunia selama empat tahun mendatang.

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PB Percasi (2012-2017), GM Utut Adianto, optimistis dengan target tersebut. Selain karena Indonesia memiliki cukup banyak pecatur muda berbakat, juga karena fakta tentang raihan prestasi hebat mereka dalam berbagai ajang catur internasional selama 4 tahun terakhir termasuk di Asian Games dan SEA Games.

“Saya punya keinginan untuk memberi ruang dan kesempatan lebih bagi para pecatur muda saat ini untuk meningkatkan prestasinya, terutama di level internasional,” kata Utut, Jumat (14//7/2017), saat konperensi pers jelang pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) PB Percasi dan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur di Cipayung, Bogor, 16-22 Juli 2017.

Namun, Utut mengingatkan bahwa upaya ke arah itu bukan perkara mudah. Bakat-bakat hebat saja, menurutnya, akan percuma dan sia-sia bila tanpa ada kanalisasi yang berkelanjutan baik berupa pembinaan dan pelatihan, serta pelibatan atlit yang bersangkutan dalam berbagai turnamen atau kejuaraan.

“Prestasi itu mahal. Karena itu, dukungan dana dari seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) termasuk pemerintah dan pihak swasta yang mau menjadi sponsor, mutlak diperlukan,” tegasnya.

Dana tersebut, menurut satu-satunya Grandmaster Super dari Indonesia itu terutama harus dialokasikan untuk membina para atlit pemula. Kelompok atlit ini perlu perhatian ekstra tidak saja dalam hal pembinaan prestasi, tapi juga termasuk penguatan mental atas pilihan profetiknya selaku atlit.

Kondisi dukungan baik dari pemerintah maupun sponsor kepada dunia Catur Indonesia selama ini, kata Utut, masih sangat jauh dari ideal. Alih-alih,  kontribusi yang jauh lebih besar justru berasal dari individu-individu yang jumlahnya terbatas dan pelibatan mereka hanya didorong oleh karena kecintaan dan kepedulian yang tinggi pada pengembangan Catur di Indonesia.

“Selama ini, orangnya itu-itu juga. Kondisi demikian tentu tidak ideal. Bagaimanapun, ada batas-batas tertentu yang harus kita hormati pada orang tersebut,” kata Utut.

“Karena itu, saya gembira dan menyambut baik dengan adanya partisipasi beberapa pihak yang bersedia menjadi sponsor Kejurnas Catur kali ini,” imbuhnya.

Sebagai informasi, selain Kementerian Pemuda dan Olah Raga dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI), tercatat ada 4 perusahaan besar yang jadi sponsor Kejurnas Catur ke-46 nanti yaitu Bank Mandiri, BAGUS Grup, Bank Central Asia (BCA), dan Pegadaian.

“Bank Mandiri merasa terhormat dapat terlibat mendukung pelaksanaan Munas PB Percasi dan Kejurnas Catur. Ini memang yang pertama kali tapi kami berharap dapat kegiatan lain di masa mendatang, karena selama ini kami pun telah sering terlibat dalam kegiatan beberapa cabang olah raga lainnya,” kata Diwangkoro Alpinanto Ratam, Asisten Vice President Bank Mandiri kepada pers.

panpel percasi

Agenda terpenting Munas PB Percasi 2017 ke-48 adalah pemilihan dan penetapan Ketua Umum PB Percasi periode 2017-2021. Ketua Panitia Pelaksana Munas dan Kejurnas, Willy M. Yosef, mengatakan bahwa GM Utut Adianto dipastikan akan ditetapkan secara aklamasi untuk menduduki posisi Ketua Umum sesuai hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PB Percasi 2016 lalu.

“Hasil Rakernas telah memutuskan secara aklamasi untuk mencalonkan dan mendukung penuh GM Utut Adianto. Hal inilah yang akan kita sampaikan dan kita tetapkan di Munas nanti,” ujar Willy.

Willy optimistis dan menilai latar belakang dan reputasi hebat GM Utut Adianto sangat mumpuni untuk memimpin PB Percasi, sekaligus melanjutkan catatan prestasi Catur Indonesia di bawah kepemimpinan Ketua Umum PB Percasi periode 2013-2017, Hashim Djojohadikusumo.

Selain pemilihan ketua umum, Munas kali ini juga akan merumuskan sejumlah program kerja PB Percasi selama empat tahun mendatang. Salah satu di antaranya, menurut Willy, adalah rencana menggelar Liga Catur Nasional.

Adapun terkait Kejurnas Catur 2017, Willy mengatakan bahwa PB Percasi menargetkan peserta sebanyak 1.000 pecatur yang berasal dari 34 provinsi.

Mereka sebelumnya mengikuti kejuaraan daerah (Kejurda) Catur di daerahnya masing-masing.

Peserta Kejurnas akan bersaing di 17 nomor pertandingan yang menggunakan format Catur klasik/standar.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait