Senin, 26 September 22

Jelang Kongres PARFI, Masih Ada?

Gaung PARFI (Persatuan Artis Film Indonesia) di tangan Gatot Brajamusti, nyaris tak terdengar. Bahkan, PARFI dianggap mati suri lantaran status kepengurusan sempat bersengketa dengan periode sebelumnya.

Gatot membantah tudingan miring tersebut.

“Konsolidasi ke daerah terus dilakukan, sepanjang kepengurusan (saya) sudah ada beberapa cabang dan DPD yang tadinya nggak ada sekarang ada. Dari 24 provinsi sekarang sudah ada 36 cabang. Itu berarti ada perkembangan,” ungkap Aa Gatot, sapaan akrabnya.

PARFI adalah organisasi profesi keartisan film Indonesia, wadah berkumpulnya komunitas seniman film. Lebih dari itu, menurut Gatot “Parfi Juga turut memberikan pembinaan kepada insan film tentang seni peran melalui pendidikan dan latihan serta sarana lainnya,” ungkapnya, sembari mengatakan bahwa ada pengajian rutin bulanan PARFI yang diadakan setiap tanggal 18.

“Malah sudah ada yang diberangkatkan umroh, baik pengurus atau pun anggota PARFI,” imbuhnya.

Menurut Aa Gatot, tidak ada keharusan bagi ketua umum untuk membuat film seperti yang dilakukannya. Dia mengklaim jika menjadi produser film adalah niatnya sejak lama sebelum menjadi Ketua Umum PARFI.

“Setelah saya pelajari, sesungguhnya di AD/ART itu tidak mewajibkan ketua umum memproduksi film. Saya memproduksi film itu karena ada tuntutan batin. Selama ini sudah ada beberapa film seperti Azraq, DPO, Sayap Kecil Garuda, dan Tanah Surga. Malah ada salah satu film yang mendapat piala Citra,” ungkapnya, bangga.

Meski begitu, Aa Gatot tak menampik jika selama menjabat sebagai ketua umum, dia juga tak luput melakukan kesalahan. Dia pun berharap jika diberi kesempatan menjabat kembali, dia akan memperbaikinya.

“Saya merasa sangat berdosa secara pribadi, saya merasa banyak membuat kesalahan selama menjadi ketua umum. Andaikan waktu bisa terulang lagi, saya ingin memperbaiki kesalahan baik yang disengaja atau pun tidak disengaja,” tuturnya.

Untuk pertama kalinya PARFI akan menggelar kongres di luar kota. Panitia memilih Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat sebagai lokasi kongres ke-15 pada 26 Agutus 2016.

Berbagai persiapan pun sudah dilakukan oleh panitia. Mulai mendata ulang anggota dan membuatkan kartu keanggotaan (KTA). Menurut ketua penjaringan dan administrator PARFI, Aditya Yusma, pihaknya telah melakukan sosialisasi ke anggota sejak jauh-jauh hari.

Ia menambahkan, persiapan sudah matang dan sosialisasi sudah dilakukan lewat media sosial seperti facebook, twitter atau lainnya. Selain itu, ada website kongres dan nomor hotline di 085959081615 untuk anggota yang ingin bertanya seputar kongres.[] BAC

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait