Kamis, 6 Oktober 22

Janji Disdik Kota Bogor Omdo, Banyak Siswa Gakin Belum Dapat KIP

BOGOR – Batas waktu pengambilan data Kartu Indonesia Pintar (KIP) bagi siswa dari keluarga miskin (Gakin) di Dapodik yang semula dijadwalkan selesai hari ini, Rabu (31/8/2016) diperpanjang hingga 15 September 2016. Hal itu dikatakan Ketua Satuan Tugas (Satgas) Indonesia Pintar, Yanti Sri Yulianti.

“Pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI sudah mensinyalkan akan dilakukan perpanjangan batas waktu pendataan KIP. Sebab, ada beberapa pertimbangan, diantaranya masih banyak siswa tidak mampu yang belum mendapatkan KIP,” kata Yanti saat dihubungi indeksberita.com jelang rapat dengan Kemendikbud di Jakarta.

Ia mengatakan, deklarasi Satgas Indonesia Pintar (SIP) di Kota Bogor beberapa waktu lalu, berdampak pada beberapa daerah terpacu ikut melakukan pendataan KIP.

“Selain itu, kami juga menerima banyak pengaduan dari beberapa daerah. Seperti Lampung Barat yang masih memiliki kendala. Demikian juga di Riau, melalui dinas pendidikannya menyampaikan kesulitannya melakukan pendataan aktif,” tuturnya.

Lalu, bagaimana dengan Kota Bogor? Yanti mengatakan, terkait pendataan KIP di Kota Bogor, sebelumnya Kepala Disdik Kota Bogor, Edgar Suratman menjanjikan pada 31 Agustus 2016 ini capaian siswa miskin bisa didata dan diajukan KIP 100 persen.

“Kadisdik Kota Bogor melalui Edgar Suratman saat itu mengatakan, pada hari ini (Rabu, 31/8/2016) bisa menuntaskan pendataan sampai 100 persen. Artinya, bisa disimpulkan warga tidak mampu semuanya sudah mendapatkan haknya memperoleh kartu KIP. Coba saja cek kebenarannya ke Disdik Kota Bogor,” ujarnya.

Saat media online ini akan menanyakan soal janji 100 persen siswa miskin Kota Bogor yang mendapatkan KIP, Kadisdik Kota Bogor, Edgar Suratman diketahui sedang tidak berada di tempat. Sementara, Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Menengah (Dikmen) Disdik Kota Bogor, Jana Sujana saat dikonfirmasi hanya memberi jawaban singkat yang menerangkan pihaknya tidak memiliki progress data pendataan KIP.

“Semua sekolah sudah mengakses lewat Dapodik,” tulis Jana melalui pesan teks.

Pantauan media online ini di Kota Bogor, masih banyak siswa tidak mampu yang belum mendapatkan KIP. Beberapa siswa dari keluarga miskin (gakin) yang belum menerima KIP diantaranya seperti Denis Kurniawan (pelajar kelas 2 SMA Siliwangi), Dimas Prayoga (pelajar kelas SMK Tridarma), Abilah Munzi (pelajar kelas 2 SMP PGRI 7). Sementara, salah satu siswa SMK Tridarma bernama Dubi Yazi terpaksa harus putus sekolah saat duduk di bangku kelas 2 karena tidak mampu SPP tiap bulannya.

“Soal KIP, saya tidak tahu. Saya tidak pernah mendapat informasi dari sekolah. Sampai saat ini tiap bulannya saya masih bayar uang sekolah,” tuntas Denis Kurniawan

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait