Rabu, 18 Mei 22

Jambore Bela Negara FKPPI, Presiden : Jangan Sampai Pancasila Tergeser Dengan Ideologi Impor

Pancasila sudah final sebagai ideologi bangsa Indonesia. Arus globalisasi yang tak mungkin dihindari adalah sarana dari berbagai faham dan ideologi masuk ke Indonesia. Hal tersebut dikatakan Presiden Jokowi dihadapan ribuan masa dari Keluarga Besar Forum Komunikasi Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) saat membuka Jambore Bela Negara yang dihelat  di Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta Selatan, Jumat (7/12/2018).

Presiden menegaskan, seberapapun hebatnya ekspansi dari faham-faham tersebut, jangan sampai nilai-nilai Pancasila tergeser. Bahkan Presiden meminta agar ideologi ‘impor’ tersebut jangan sampai diberi ruang apabila berpotensi kontra terhadap Pancasila.

“Jangan sampai ideologi-ideologi impor, ideologi-ideologi dari luar mendapatkan ruang untuk menggeser Pancasila, yang akhirnya hanya akan mengoyak negara kita NKRI, mengoyak merah putih dan mengkhianati cita-cita kemerdekaan bangsa Indonesia,” tandas Presiden.

Menurutnya, Pancasila merupakan sumber persatuan Indonesia. Ia menyerukan bahwa di Indonesia, keragaman adalah sumber persatuan, bukan perpecahan. Karena Indonesia terdiri dari berbagai suku, adat, hingga budaya.

“Di negara Pancasila, kepentingan bangsa, kepentingan negara harus diletakkan di atas kepentingan pribadi,” tegas Presiden

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga meminta kepada seluruh kader FKPPI agar dalam mengejawantahkan nasionalisme tak hanya cukup melalui orasi semata. Lebih lanjut Presiden mengungkapkan bahwa membela negara adalah dengan kerja nyata dibidang masing-masing.

“Misalnya, bela negara dengan menjadi dokter, guru yang tanpa pernah lelah memberikan pendidikan terbaik bagi bangsa, bela negara bisa juga menjadi pengusaha yang membantu menyelesaikan masalah ekonomi,” pinta Jokowi.

Selain itu, menurut Presiden,  bela negara juga bisa dilakukan dengan menjadi pengusaha, menjadi sociopreneur, model baru dalam dunia usaha yang turut menyelesaikan masalah-masalah sosial yang dihadapi oleh masyarakat.

“Bela negara juga bisa dilakukan dengan menjadi pribadi-pribadi terbaik yang berkarakter, yang optimistis, yang tidak pesimistis, yang memberikan sumbangsih kepada kemajuan bangsa, negara, dan rakyat Indonesia,” sambung Presiden

Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Menko Polhukam Wiranto, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, dan Ketua Umum FKPPI Ponco Sutowo.

Berita Terbaru
Berita Terkait