Sabtu, 24 Februari 24

ISIS Klaim Bom Bunuh Diri di Afghan Voice

ISIS mengklaim berada di balik serangan bom bunuh diri di Afghan Voice dan pusat kebudayaan yang berlokasi di pusat kota Kabul, Kamis (28/12/2017). Klaim itu disampaikan ISIS melalui sebuah pernyataan yang dirilis di situs Al-Amaq yang merupakan media propaganda kelompok tersebut.

“Serangan bom bunuh diri itu dilakukan oleh satu pembom yang mengenakan rompi dan menyusul tiga ledakan bom lainnya di wilayah yang sama,” bunyi pernyataan ISIS tersebut, seperti dilansir Reuters pada Kamis (28/12/207).

Namun, ISIS tidak memberikan bukti yang dapat memperkuat klaim bahwa serangan itu memang dilakukan oleh salah seorang anggota atau simpatisan mereka.

Sebelumnya Wakil juru bicara Kementerian Dalam Negeri, Nasrat Rahimi, mengatakan setidaknya 40 orang tewas dan 30 orang luka-luka akibat ledakan. Insiden ini adalah kedua kalinya organisasi media diserang di Kabul.

“Serangan itu terjadi bertepatan dengan diskusi panel pagi hari di pusat kebudayaan. Sejumlah saksi mengatakan kebanyakan korban adalah pelajar,” ujar Nasrat.

Dirangkum oleh AFP dan dikutip dari CNN, ISIS meningkakan serangannya di kabul secara dramatis sejak 2016. Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebut kota itu sebagai salah satu lokasi paling mematikan di Afghanistan.

Pada 2016, setidaknya tiga serangan yang diklaim oleh ISIS di Kabul. Pada bulan Juli, ledakan ganda menewaskan 85 orang. Sedangkan aksi mereka di bulan Oktober menewaskan 18 orang; dan pada November memakan 27 korban jiwa.

Sementara dalam kurun waktu2017, sudah ada 11 serangan yang diklaim kelompok yang menganggap Abu Bakar Al Bagdadi sebagai khalifah tersebut. Puluhan orang telah menjadi korban dari aksi mereka. Pada salah satu serangan yang terjadi Maret lalu, para saksi mata mengklaim ada lebih dari 100 korban jiwa meski Militer Afganistan menyebut hanya 50 orang tewas.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait