Rabu, 30 November 22

Inspirasi Kartini Dalam Diri Penyanyi Dangdut

 

 

Perjuangan Emansipasi R.A. Kartini, menginspirasi semua aspek kehidupan masyarakat, termasuk dalam dunia hiburan. Seperti yang dilakukan perusahaan rekaman Nagaswara. Dengan tajuk ‘The Spirit of Dancedhut 2017’, meluncurkan single dangdut dari 6 penyanyi wanita hebat dan seorang penyanyi pria perkasa, pada Kamis sore di Aromanis Resto, Jakarta (24/04).

“Kami sengaja memilih lagu-lagu yang dinyanyikan penyanyi wanita, dalam rangka turut mengekspresikan semangat perjuangan kaum wanita yang diinspirasikan oleh Ibu Kartini, terang Rahayu Kertawiguna CEO Nagaswara sekaligus produser album kompilasi dangdut yang terdiri dari 6 single tersebut.

Para “Kartini” Nagaswara, dalam dunia tarik suara itu, berasal dari keragaman usia, karakter suara dan pengalaman jam terbang yang berbeda-beda.

Connie Nurlita sebagai legenda hidup musik dangdut yang dulu dikenal dengan lagu ¬†‘Cinta Karet’, kini muncul kembali setelah break sejak 1998, dengan single terbarunya, ‘Baru 6 Bulan’.

“Selama ini saya memang tidak mengeluarkan album, tapi kegiatan nyanyi dari kota ke kota tetap saya lakukan, meskipun tidak sepadat biasanya karena sebagai perempuan, saya mengutamakan kegiatan bersama keluarga. Semua saya lakukan, karena cinta saya pada profesi ini,” terang Connie yang juga dikenal lewat lagu ‘Gendang Joged’.

Selain itu, nama-nama “Kartini” lainnya adalah Susi Ngapak lewat single ‘Kuper’. Jebolan Bintang Pantura 3 ini, tetap konsisten tampil dengan karakter logat etnik Banyumas. Putri dari seorang penjual rujak dikampung halamannya ini, kemudian identik dengan goyangan rujak “Ulek Ulek Cihuy”.

Duo Anggrek yang sekarang ¬†merupakan duet vokal antara Devay & Putri. Sebelum Putri terlibat, Duo Anggrek memiliki sejumlah hits, antara lain: ‘Sir Gobang Gosir’, ‘Cikini Gondangdia’ dan ‘Pacar Salah Sambung’. Kini, sibgle terbarunya ‘Goyang Nasi Padang’.

Ada pula Susie Legit yang dikenal lewat lagu ‘Buronan Mertua’, kini kembali dengan single ‘Cinta Ganjil Genap’. Penyanyi seangkatan Cita Citata ini memiliki kelompok penggemar bernama ‘Legit Lovers’.

Pendatang baru diantara wanita lainnya adalah Balena. Meski terbilang baru, menurut Rahayu, dia adalah “The Rising Star” yang kelak bisa disejajarkan dengan penyanyi sekaliber Rita Sugiarto, Evie Tamala dan Ikke Nurjannah.

“Saya menyanyi sejak remaja, dan langsung nyanyi lagu dangdut. Waktu itu inspirasi saya Rita Sugiarto. Saya ingin nyanyi dangdut dengan cara yang elegan dan goyangan seperlunya seperti kebanyakan perempuan Indonesia yang anggun dan berwibawa,” tukas Balena, mojang asal Sukabumi, yang sengaja datang ke Nagaswara membawa demo suaranya, untuk menjajal kemampuannya yang selama ini terpendam.

Satu-satunya pria yang turut meluncurkan single dalam album kompilasi ini adalah Denias. Dalam nuansa musik Melayu yang kental, ia menyanyikan lagu bertajuk ‘Mak Aku Patah Hati’.

Lagu yang menyampaikan pesan, bahwa setiap masalah yang dihadapi manusia membutuhkan dukungan doa dari perempuan bernama Ibu.

“Target kami selanjutnya menyiapkan album dari penyanyi single-single ini, tergantung dari single mana yang paling disukai masyarakat. Bisa saja itu album untuk penyanyi senior Connie Nurlita atau bisa pula untuk oendatang baru, Balena,” pungkas Rahayu Kertawiguna yang membeberkan pola rekruitmen penyanyi ditubuh Nagaswara, melalui berbagai cara.

Cara tersebut antara lain, mencari langsung bakat-bakat di daerah maupun melalui informasi dari media massa serta mereka yang langsung datang ke Nagaswara dengan membawa demo lagu dan suara mereka, seperti Balena.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait