Senin, 27 Juni 22

Inilah Pemda yang Memajukan Teknologi Informasi Untuk Pendidikan di Daerahnya

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan penghargaan Anugerah Kita Harus Belajar (Kihajar) 2018 kepada 5 Gubernur, 7 Walikota dan 4 Bupati, yang berprestasi memajukan Teknologi Informasi untuk pendidikan di daerahnya masing-masing. Penghargaan tersebut diberikan oleh Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Didik Suhardi, pada Malam Anugerah Kihajar ke-7 tahun 2018, di Jakarta, Jumat (12/10/2018).

Melalui rilis yang dikeluarkan oleh Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemendikbud yang diterima redaksi malam ini, Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Didik Suhardi menyatakan, teknologi informasi dan komunikasi adalah solusi terhadap proses pembelajaran yang bermutu, bagi negara kita negara kepulauanm

“Kebutuhan teknologi informasi dan komunikasi untuk pendidikan sulit dihindari, selain tuntutan kemajuan zaman, juga karena kondisi negara Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau maka TIK (teknologi informasi dan komunikasi), merupakan salah satu solusi terhadap proses pembelajaran yang bermutu. Kemendikbud memberikan apresiasi kepada daerah yang sudah berupaya keras dalam memajukan pendidikan dengan mendayagunakan TIK di wilayahnya,” tutur Didik.

Penghargaan Kihajar bagi Kepala Daerah Peduli TIK untuk Pendidikan dan Kebudayaan diberikan kepada

Tingkat Provinsi:
1. Utama: Jawa Barat dan Jawa Timur,
2. Madya: Sulawesi Utara,
3. Khusus: Kalimantan Selatan dan Bali.

Tingkat Kotamadya:
1. Utama: Bandung dan Surabaya
2. Madya: Balikpapan, dan Malang
3. Pertama: Gorontalo dan Singkawang
4. Khusus: Bukittinggi

Tingkat Kabupaten:
1. Madya: Gunung Kidul
2. Pertama: Sleman dan Phakpak Barat
3. Khusus: Bintan

Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada para pemenang Kuis Kihajar, Lomba Mobile Kihajar, Radio Peduli Pendidikan dan Kebudayaan, Ensiklomedia, Membatik (membuat bahan belajar berbasis TIK), serta Duta Rumah Belajar.

“Saya mengapresiasi anak-anak yang telah mengikuti kuis Kihajar tahun 2018 ini, juga kepada para guru yang telah mendidik anak-anak serta kepada teman-teman di dinas pendidikan yang telah bekerja keras menyelenggarakan Kuis Kihajar di provinsinya masing-masing,” ucap Didik

Anugerah Kihajar tahun 2018 mengangkat tema “Pendayagunaan TIK Pendidikan dan Kebudayaan dalam Menyiapkan Generasi Milenial Menghadapi Revolusi Industri 4.0”. Dengan tema tersebut diharapkan Anugerah Kihajar dapat menjadi tolok ukur perkembangan TIK untuk pendidikan di Indonesia. “TIK bisa meningkatkan penyerapan teknologi pada siswa karena mereka akan mudah menyerap ilmu dari tampilan yang lebih beragam. Melalui TIK, kita bisa mendatangkan laboratorium alam ke kelas.“ Jelas Didik.

Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Pustekkom), Gogot Suharwoto, menerangkan Anugerah Kihajar untuk gubernur, bupati/walikota diberikan sebagai penghargaan kepada pemerintah daerah yang berprestasi dalam pendayagunaan TIK untuk pendidikan, baik dalam pembelajaran maupun dalam kegiatan administrasi di sekolah dan lembaga pemerintah yang terkait dengan pendidikan.

Proses penilaian dilakukan sejak Juni hingga Agustus 2018 oleh tim juri dari kalangan perguruan tinggi, pakar TIK, komunitas TIK dan kalangan internal Kemdikbud, yaitu Pustekkom. Setelah melalui proses penilaian oleh tim juri, ditetapkan nama penerima anugerah berdasarkan 4 kategori yaitu: 1) Utama; 2) Madya; 3) Pertama 4) Khusus.

Sedangkan, kuis Kihajar adalah kuis yang diikuti oleh siswa jenjang SD, SMP, SMA dengan memanfaatkan TIK dalam pelaksanaannya. Jumlah peserta Kuis Kihajar dari tahun ke tahun terus meningkat. Tahun ini berjumlah 38.369 orang, diantaranya 29.521 orang melalui kuis harian website, 1.356 orang melalui kuis harian TVE, 4.983 orang melalui seleksi provinsi, dan 2.509 orang melalui seleksi kabupaten dari 34 provinsi di Indonesia. Setelah melalui penyeleksian yang ketat terpilihlah 120 siswa terbaik, selanjutnya diundang ke Jakarta mengikuti Kuis Kihajar tingkat nasional. Pemenang Kuis Kihajar tingkat nasional sekaligus menjadi Duta Kihajar.

Lomba Mobile Kihajar merupakan lomba yang diarahkan pada pembuatan media pembelajaran berbasis _device mobile_ dengan karya berupa aplikasi atau konten pembelajaran yang dijalankan pada perangkat gawai. Lomba ini terdiri dari kategori pelajar bertema sosial budaya, kategori guru bertema mata pelajaran, kategori umum bertema V-Lab, dan kategori umum bertema _game_ edukasi. Tema Lomba Mobile Kihajar tahun ini “Optimalkan Gawai untuk Belajar” dangan karya yang masuk berjumlah 299 karya dari 34 provinsi di Indonesia. Pada akhirnya terpilih 3 juara untuk masing-masing kategori.

Penghargaan kategori Radio Peduli Pendidikan dan Kebudayaan diselenggarakan untuk memberikan semangat pada stasiun radio mitra di seluruh Indonesia untuk mengembangkan dan menyiarkan bahan siaran radio yang bertema pendidikan dan kebudayaan. Syarat utama penilaian adalah stasiun radio sudah menjadi mitra Radio Edukasi Yogyakarta dan memiliki program siaran pendidikan dan kebudayaan versi rekaman.

Lomba selanjutnya adalah Tantangan Ensiklomedia. Lomba ini merupakan kompetisi untuk guru dan siswa dalam pembuatan video dengan 2 kategori, yaitu Video Pendidikan dan Video Eksplorasi Kebudayaan di Indonesia. Tahapan pelaksanaan kategori Video Pendidikan adalah guru mengakses http://ensiklomedia.tve.kemdikbud.go.id lalu memilih topik video yang menarik. Dalam setiap video yang dipilih, guru membuka Saung Diskusi, di dalamnya guru dapat memberikan minimal 10 topik tantangan. Siswa bergabung dalam Saung Diskusi dan mengerjakan tugas sesuai topik tantangan yang dibuat oleh guru. Tahapan yang dilaksanakan untuk kategori Video Eksplorasi Kebudayaan Indonesia adalah guru atau siswa mengunjungi objek budaya dan membuat program video dengan durasi minimal 5 menit dalam format mp4 HD. Kemudian diunggah di http://ensiklomedia.tve.kemdikbud.go.id dengan tag #Ensiklomedia Explorer.

Selanjutnya, Duta Rumah Belajar merupakan guru-guru terpilih yang menjadi perpanjangan tangan Pustekkom Kemendikbud dalam melakukan sosialisasi pemanfaatan media pembelajaran berbasis TIK di daerahnya. Ada 4 tahapan seleksi: level 1 (literasi) dan level 2 (implementasi) yang dilakukan secara online. Selanjutnya level 3 (kreasi) dan level 4 (berbagi), dilakukan secara tatap muka, dengan sistem penyisihan di setiap levelnya.

Terakhir, pada kategori lomba MemBaTIK atau membuat bahan belajar berbasis TIK merupakan kegiatan lomba untuk membuat media bahan belajar berbasis TIK oleh para guru dari seluruh jenjang pendidikan. Jenis medianya dapat berupa video pembelajaran dengan format mp4 berdurasi 3-10 menit, media presentasi maksimal 25 slide, dan media multimedia interaktif dengan format berupa swf dan HTMLS.exe. Seleksi lomba berlangsung sejak bulan Juni hingga September 2018 dan telah terpilih 5 pemenang karya terbaik.

“Saya mengucapkan selamat kepada para pimpinan daerah yang mendapatkan anugerah, dan para siswa, guru, maupun masyarakat umum yang telah mendapatkan juara. Semoga penganugerahan ini dapat memberikan motivasi bagi kepala daerah untuk terus mengoptimalkan peran TIK untuk pendidikan dan kebudayan di daerah masing-masing,” pungkas Didik.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait