Senin, 27 Juni 22

Indonesia Siap Melawan Kampanye Negatif Eropa Terhadap Sawit

Pemerintah Indonesia menyatakan siap berperang melawan kampanye negatif Eropa terhadap sawit asia khususnya sawit Indonesia. Hal tersebut diutarakan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dalam Konferensi Sawit Internasional atau Indonesia Palm Oil Conference (IPOC) 2017 di Nusa Dua, Bali, Jumat (3/11/2017).

Enggar mengungkapkan bahwa selama ini isu-isu negatif terhadap minyak sawit (CPO) sangat merugikan para petani sawit dalam pemasaran dan juga isu tersebut semata-mata merupakan persaingan tidak sehat antara minyak nabati.

“Eropa selalu membantah kalau (kampanye negatif pada sawit) dikatakan sebagai ‘trade war’ (perang dagang). Kita akan proaktif hadapi mereka. Kita akan mulai ‘trade war’,” tegas Enggar.

Pemerintah Indonesia ,menurut Enggar, sebenarnya tidak keberatan dengan berbagai ketentuan dan persyaratan yang ditetapkan Uni Eropa terhadap produk minyak sawit Indonesia yang masuk ke pasar mereka.

“Namun demikian pemerintah Indonesia menilai ketentuan-ketentuan yang diterapkan tersebut bersifat diskriminatif hanya dikenakan terhadap produk sawit sedangkan minyak nabati lain dari negara-negara Eropa tidak dikenai,” paparnya.

Dalam kesempatan tersebut,Enggar juga memaparkan bahwa sebenarnya minyak sawit merupakan komoditas perkebunan yang paling sedikit menggunakan lahan serta paling hijau dibandingkan minyak nabati lain seperti bunga matahari ataupun rape seed yang dibudidayakan di Eropa.

“Bahkan dari sisi kesehatan, tuduhan mereka bahwa minyak sawit memiliki dampak negatif selama ini juga tidak terbukti secara ilmiah. Juga tuduhan penggunaan tenaga kerja anak,kesejahteraan petani dan penyebab kebakaran lahan dan hutan semua tidak terbukti. Karena industri sawit sangat taat memenuhi aturan yang ditetapkan,” ungkap Mendag.

Untuk itu Enggar menyimpulkan bahwa isu yang terus menerus dihembuskan pada industri sawit asia terutama sawit Indonesia adalah bagian dari perang dagang dan persaingan.

Selama ini para pemangku kepentingan industri sawit di tanah air, menurut Enggar lebih menempuh cara-cara bertahan atau defensif dalam menghadapi serangan dagang yang dilancarkan Eropa melalui kampanye negatif pada sawit. Oleh karena itu, Pemerintah meminta seluruh pemangku kepentingan industri sawit di Tanah Air untuk bersatu menghadapi isu-isu negatif yang selalu dilancarkan mereka.

Terkait langkah nyata yang akan dilakukan pemerintah Indonesia dalam menghadapi serangan terhadap industri sawit nasional oleh Eropa, Enggar mengungkapkan, pihaknya siap menghentikan impor bubuk susu dari Eropa yang dinilai juga mengganggu produksi peternak sapi perah dalam negeri.

“Kita wajib melindungi peternak susu dalam negeri. Kita akan lakukan itu (stop impor bubuk susu),” pungkas Enggar.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait