Minggu, 25 September 22

Indonesia Sampaikan Ucapan Selamat ke Presiden Baru Filipina

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI) mewakili pemerintahan Indonesia, menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan Presiden baru Filipina Rodrigo Duterte.

“Pemerintah dan Rakyat Indonesia menyampaikan ucapan selamat atas dilantiknya Rodrigo Duterte sebagai Presiden Filipina ke-16 pada Kamis, 30 Juni 2016,” kata Menteri Luar Negeri Retno P.L. Marsudi dalam rilis yang diterima wartawan dari Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta, Kamis (1/6).

Seperti Presiden Joko Widodo, yang sebelumnya menjabat sebagai walikota Solo, Presiden Duterte sebelumnya pernah menjabat walikota di Kota Davao, Mindanao, Filipina Selatan.

Presiden RI Joko Widodo juga telah mengutus Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi untuk bertemu dengan Menlu Filipina yang baru, guna menyampaikan surat ucapan selamat Presiden RI untuk Presiden Filipina.

Dalam surat tersebut juga disebutkan harapan agar kedua negara dapat menjalin kerja sama yang lebih kuat di masa mendatang, termasuk kerja sama pengamanan lalu lintas pelayaran di laut Sulu.

Sebelumnya, Menlu Retno Marsudi telah mengatakan bahwa pergantian pemerintah baru di Filipina tidak akan menghambat upaya penyelamatan anak buah kapal (ABK) asal Indonesia yang disandera kelompok bersenjata di wilayah perairan Filipina selatan.

“Komunikasi akan terus dijalankan dengan pemerintah baru Filipina yang mulai memerintah pada 30 Juni 2016. Pergantian pemerintah baru di Filipina tidak akan menghambat pengamanan sandera (ABK Indonesia),” kata Menlu Retno di Kementerian Luar Negeri RI pada Selasa (28/6).

Menurut Menlu RI, Menteri Pertahanan RI telah melakukan pertemuan dengan Menteri Pertahanan Filipina pada 26 Juni 2016. Pertemuan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kerja sama pertahanan bagi pengamanan pelayaran kapal Filipina dan Indonesia yang melalui perairan Sulu di Filipina selatan.

“Selain itu, dua kerja sama lainnya yang akan dilakukan adalah kerja sama penyelamatan sandera saat ini dan mencegah terjadinya penyanderaan di masa mendatang,” ujar Menlu Retno.

“Hasil pertemuan antara kedua menteri pertahanan akan disampaikan oleh Menhan RI. Komunikasi juga dilakukan dengan beberapa pihak di Mindandau untuk menghimpun informasi dan langkah yang akan diambil,” katanya.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait