Kamis, 7 Juli 22

Indonesia Kecam Tentara Israel Atas Kekerasan Terhadap Demonstran Palestina di Gaza

Pemerintah Indonesia kecam tentara Israel atas aksi kekerasan berupa serangan tentara Israel terhadap aksi demonstrasi rakyat Palestina di Gaza. Demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri RI yang diterima indeksberita.com, Sabtu (31/3/2018).

“Pemerintah dan rakyat Indonesia menyampaikan dukacita mendalam dan solidaritas kepada korban dan keluarga korban akibat aksi serangan tentara Israel tersebut,” kata Kemenlu dalam rilisnya.

Pemerintah Indonesia, lanjut Kemenlu, telah menegaskan bahwa Pemerintah Israel memiliki tanggung jawab di bawah hukum HAM dan kemanusiaan internasional untuk melindungi warga sipil. Maka terkait hal itu Pemerintah Indonesia mendesak agar segera dilakukannya investigasi menyeluruh terhadap penggunaan kekerasan yang berlebihan tersebut dan agar hasilnya dipublikasi secara utuh.

“Kekerasan dan kekejaman yang terus dilakukan oleh tentara Israel bisa mengancam upaya perdamaian di Palestina dan kawasan Timur Tengah,” tandas Kemenlu.

Untuk diketahui, 15 warga Palestina tewas dan ratusan lainnya mengalami luka-luka akibat serangan dari pasukan keamanan Israel. Mereka yang tewas merupakan demonstran yang beraksi di perbatasan Israel-Gaza, Jumat (30/3/2018).

Seperti dilansir Reuters, sejumlah tenda-tenda didirikan di sepanjang demonstrasi, yang dijadwalkan berlangsung selama enam pekan. Sementara jumlah prajurit Israel yang disiagakan di perbatasan berada di angka 30 ribu.

Ribuan warga Palestina itu menyuarakan desakan untuk mendapatkan hak mereka. Demonstran berkumpil di lima lokasi di wilayah perbatasan sepanjang 65 km (40 mil).

Kementerian Kesehatan Gaza menyebut, beberapa warga Palestina tewas ditembak tank. Para pejabat kesehatan Gaza mengatakan, satu dari korban tewas merupakan anak berusia 16 tahun. Total korban luka terkena tembakan setidaknya mencapai 400 jiwa. Sisanya ada yang cedera lantaran ditembaki peluru karet dan sesak karena terdampak gas air mata.

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa mendapat informasi mengenai bentrokan di Gaza atas permintaan Kuwait. Utusan Palestina untuk PBB Riyad Mansour mengatakan kepada dewan bahwa sedikitnya 17 warga sipil tewas dan lebih dari 1.400 orang terluka.

Militer Israel mengatakan pasukannya hanya menggunakan peluru tajam terhadap orang yang berusaha melakukan sabotase terhadap pagar keamanan. Beberapa dari demonstran menggelindingkan ban terbakar dan melemparkan batu. Namun Otoritas kesehatan Palestina mengatakan pasukan Israel sebagian besar menggunakan senjata api terhadap pedemo, dengan ditambah gas air mata serta peluru karet.

Presiden Palestina Mahmoud ABbas mengatakan, Israel bertanggung jawab atas kekerasan itu dan menyatakan kalau hari Sabtu merupakan hari berkabung nasional. Sementara Dewan Keamanan PBB dijadwalkan melakukan pertemuan hari Jumat mendatang guna membahas situasi di Gaza.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait