Rabu, 30 November 22

Indonesia Dan Malaysia Siap Lawan Diskriminasi Perdagangan Sawit

Disamping Malaysia, Thailand dan negara-negara ASEAN lainya, Indonesia merupakan negara penghasil kelapa sawit terbesar di Dunia. Namun dibalik itu, Indonesia dan negara- negara produsen sawit di Asean, seakan terganjal dengan harga ekspor yang selama ini yang ditentukan oleh negara lain. Bahkan beberapa waktu lalu sawit dari negara-negara Asean mengalami kampanye hitam. Hal tersebut dirasakan oleh Negara ASEAN penghasil utama sawit, sebagai bentuk diskriminasi perdagangan sawit.

Hal ini disampaikan Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi di Manila, Minggu (30/4/2017. Menlu mengungkapkan bahwa resolusi parlemen Eropa mengenai kelapa sawit yang sangat diskriminatif.  “Contoh terakhir adalah resolusi parlemen Eropa mengenai kelapa sawit yang sangat diskriminatif. Antara Indonesia dan Malaysia kita sudah membentuk apa yang dinamakan Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC),” tuturnya.

Menlu melanjutkan, kerja sama perdagangan di kawasan negara-negara anggota IMT-GT (Indonesia Malaysia Thailand – Growth Triangle) memiliki potensi yang besar mencapai US$416 miliar atau 18,3 persen dari total perdagangan ASEAN. Dan Potensi ini didukung oleh rata-rata pertumbuhan ekonomi dari 2010-2015 sebesar 6,9 persen.

“Bila melihat kondisi alam dari kawasan ini, maka kerja sama yang dapat dikembangkan adalah di bidang perkebunan dan diantaranya adalah menjadi kawasan basis Sawit,’ ungkap Retno.

Pada kesempatan sebelumnya, Sabtu (29/4/2014), Presiden Joko Widodo juga menyampaikan hal yang sama, menurut Presiden Joko Widodo kawasan Growth Triangle adalah potensi besar dalam perkebunan terutama Kelapa Sawit. Atas alasan itu, maka Presiden Joko Widodo mengajak Thailand untuk bergabung melawan kampanye hitam dan diskriminasi terhadap perdagangan sawit di kawasan ini.

Apa yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo tersebut didukung sepenuhnya oleh PM Malaysia Najib Tun Razak setelah sebelumnya Najib juga menyuarakan hal yang sama, tentang pentingnya negara-negara yang memiliki kawasan Growth Triangle – Segitiga Pertumbuhan (Indonesia Malaysia Thailand ) untuk bersatu melawan diskriminasi sawit, yang merupakan preseden buruk bagi industri sawit Asean.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait