Jumat, 1 Juli 22

Idrus Marham Minta Masyarakat Tak Curigai Kecelakaan yang Menimpa Setya Novanto

Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham meminta masyarakat untuk tidak terus berprasangka buruk atau mencurigai terkait kecelakaan yang menimpa Setya Novanto pada hari Kamis (16/11/2017) kemarin.

Menurut Idrus, fakta yang ada saat ini, Ketua Umum Partai Golkar yang juga ketua Dewan Perwakilan Rakyat RI (DPR RI) itu sedang terbaring di rumah sakit Medika Permata Hijau. Masih menurut Idrus, kecelakaan yang menimpa Setya Novanto, terjadi saat dirinya dikabarkan akan datang memenuhi panggilan KPK.

Idrus juga mengungkapkan bahwa Setya Novanto tidak ada niat sama sekali untuk melarikan diri setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi proyek kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bahkan Setya Novanto, lanjut Idrus berniata baik karena hendak memenuhi panggilan Lembaga anti rasuah tersebut, namun ditengah perjalanan mobilnya kecelakaan (menabrak tiang listrik).

“Saya kira, cobalah siapa sih yang mau dengan cara seperti ini, sementara niat Novanto untuk memenuhi panggilan KPK sudah ada. Novanto ada, enggak lari, biarlah teman KPK berproses,” papar Idrus di Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Jakarta, Jumat (17/11/2017).

Politisi Partai Golkar itu juga meminta masayarakat untuk tidak terus membully atau merusak Setya Novanto di sosial media, dengan menuding bahwa sakitnya (kecelakaan) Setnov hanyalah rekayasa.

“Kalau seluruh proses kebangsaan kita diawali kecurigaan, ya bukan hanya Pak Novanto tapi juga yang lain juga harus (dicurigai),” tandasnya.

Setya Novanto merupakan tersangka dalam kasus korupsi proyek e-KTP. Dia dicari dan hendak dijemput paksa di kediamannya oleh KPK dan pada pukul 21.30 WIB, Rabu (15/11/2017). Saat hendak dijemput paksa, Novanto tak ada ditempat kediamannya. Lalu KPK menyatakan bahwa Setnov masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) apabila dirinya tak segera menyerahkan diri ke KPK.

Setnov mengalami kecelakaan di Kawasan Permata Hijau sekitar pukul 18.30 WIB. Kuasa Hukum Setnov, Fredrich Yunadi mengungkapkan bahwa kliennya kecelakanaan saat menuju studio televisi Metro TV. Setelah itu, Setnov akan menghadiri rapat dengan DPD I Partai Golkar dan selepas rapat, Setnov dikabarkan akan mendatangi Gedung KPK di kawasan Kuningan, Jakarta.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait