Minggu, 25 September 22

Hujan Angin, Balita Kecemplung Selokan, Tewas

BOGOR – Angin puting beliung disertai hujan deras yang melanda sebagian besar wilayah Kota Bogor, sekitar pukul 13.30 WIB hingga 14.40 WIB, Senin (6/6/2016) makan korban. Bocah balita bernama Septiana Julianti (5) yang saat itu tengah digendong bibinya Yani (34), warga Kampung Bojong Jengkol, RT 02/12, Desa Bojong Jengkol, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor tewas setelah terjatuh di saluran air. Korban terseret arus deras di Jalan Ahmad Yani, Tanahsareal, di depan kantor BPJS, Kota Bogor. Sementara, bibinya yang saat itu menggendong bayi diketahui selamat.

Informasi yang dihimpun indeksberita.com dari lokasi kejadian, saat hujan deras ibu dan anak kecil berniat pulang dari kantor BPJS. Naas, karena saluran air sedalam 1.5 meter dengan lebar 1 meter yang terbentang disepanjang Jalan Ahmad Yani tidak tertutup, Yani yang saat itu diketahui sejumlah saksi mata tengah menggendong bocah balita, Yulianti terperosok ke dalam saluran air.

“Kejadian pada pukul 14.00 WIB. Ibu yang sedang menggendong anak kecil kecil tersebut tergelincir di saluran air karena mungkin saluran air tidak terlihat saat kondisi sedang hujan deras dan terburu-buru. Ibu dan anak jatuh terbawa air deras. Si ibu bisa diselamatkan, tapi sayangnya anak kecil yang digendong terbawa arus kencang dan kemudian dilakukan pencarian oleh Tagana,” tutur Ahmad Suhanda salah seorang saksi mata di Jalan Ahmad Yani.

Selang sekitar satu jam, setelah hujan agak mereda, korban Yulianti ditemukan sekitar 500 meter dari TKP, tepatnya di selokan dekat SMPN 8, Kelurahan Tanah Sareal, Kota Bogor. Saat ditemukan, korban sudah tidak lagi bernyawa. Saat berita ini ditulis pukul 16.45 WIB, bibi korban belum bisa diwawancarai karena masih terlihat shock. Jenazah korban saat ini berada di RS Bahayangkara Polres Bogor Kota, Jalan Kapten Muslihat untuk dilakukan outopsi. (eko)

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait